Miris…. Pemda Dianggap Abaikan Keluhan Warga Birakiama

SITARO — Sejumlah warga Kampung Birakiama Kecamatan Tagulandang Selatan, mengaku kesal dengan sikap Pemda Sitaro yang menurut mereka, cuek dengan keluhan warga. Salah satu tokoh masyarakat setempat, Wolter Takakobi mengungkapkan, yang menjadi keluhan warga selama ini yakni kondisi talud pengaman pantai yang asal jadi. “Baru dibangun 2015 lalu, tapi sudah ada beberapa bagian yang ambruk,” tutur Takakobi, Rabu (17/5) kemarin. Anehnya lagi, kata dia, kubus yang dibuat di tahun 2016 lalu, untuk pemecah ombak yang seharusnya diletakkan di depan tanggul, justru oleh pelaksana proyek, ditempatkan di belakang tanggul. “Kami curiga campuran material yang digunakan untuk membuat kubus tersebut tak sesuai bestek, sehingga mereka (Pelaksana proyek, red) tidak menempatkannya di depan tanggul, karena takut langsung hancur saat diterjang ombak,” ujarnya dengan nada kesal. Diakuinya, memang tidak ada yang mampu menahan kekuatan alam, namun, sambung dia, semuanya itu bisa diminimalisir dengan memperbaiki kualitas pekerjaan. “Jika dikerjakan sepenuh hati, otomatis usia pakainya akan lebih lama, tidak seperti yang terjadi saat ini,” bebernya. Terkait kondisi pantai yang semakin mengancam pemukiman warga, ia mengaku sudah dua kali disampaikannya di forum Musrembang Kabupaten. Namun hingga kini tak ada tindaklanjutnya. “Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah pun pernah saya datangni,” akunya. “Apakah kami (Kampung Birakiama) sudah bukan bagian dari Sitaro,” kecamnya. Disatu sisi, dia mengaku prihatin jika seandainya ‘dianaktirikannya’ Kampung Birakiama ada hubungannya dengan Pilkada. Diketahui, dalam hajatan Pilkada 2013 lalu, pasangan Supit-Salindeho tidak mendapat suara maksimal alias tumbang. “Mudah-mudahan saja ini tidak ada kaitannya. Tapi, kalau pun ada, tentunya akan sangat disesalkan,” tandasnya sembari menyebutkan, jangan kaitkan kepentingan rakyat dengan politik. Sementara itu, sebelumnya Kadis Pekerjaan Umum (PU) Sitaro, Bob Ch Wuaten mengatakan, sehubungan dengan usulan warga dalam Musrembang, tidak semuanya bisa langsung diakomodir. “Kita melihat skala prioritas, karena semuanya harus mengacu pada keuangan daerah,” tuturnya. Meski Begitu, bukan berarti tak akan dipenuhi, mungkin saja waktunya belum saat ini. “Pasti akan tetap kita perhatikan,” pungkasnya. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.