Ortu Keluhkan Pungutan 165 Ribu di SMAN 8 Manado

MANADO — Sejumlah orang tua murid di SMAN 8 Manado mempertanyakan adanya kebijakan uang sukarela dari siswa yang ditagih setiap bulan dengan besaran bervariasi.

“Kami tahu bahwa sekolah sekarang sudah gratis, lalu kenapa di sekolah ini masih ada iuaran,” kata salah satu orang tua siswa kelas XI.

Dikatakannya, kalau alasannya adalah untuk menunjang program-program di sekolah, kenapa nominalnya besar.

“Bayangkan saja, setiap siswa harus membayar mulai dari 100 ribu hingga 165 ribu per siswa. Dan itu berlaku tiap bulan,” sebutnya.

Bahkan, dalam hitungannya, jika setiap siswa membayar Rp100 (standar minimal) dalam sebulan, dengan total siswa SMAN 8 sekira 700 orang, maka per bulan dana sukarela yang terkumpul adalah Rp70 juta.

“Dan kalau pun kita ambil hanya separuh, artinya pendapatan sekolah per bulan adalah 35 juta,” urainya.

“Itu baru satu bulan, kalau 1 tahun, berarti 35 juta kali 12 sama dengan kurang lebih 400 ratusan juta,” tambahnya.

Akan hal ini, dia berharap baik sekolah maupun instansi terkait bisa meninjau kembali kebijakan tersebut.

“Ingat, sekolah itu adalah tempat untuk menghasilkan calon pemimpin yang berkualitas, bukannya tempat untuk mencari uang,” serunya.

Sementara itu, Kepala Sekolah yang dikonfirmasi melalui Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas, Drs Agustinus Kakombohi, tidak menampik adanya pungutan berupa dana sukarela itu.

“Itu merupakan kesepakatan antara sesama orang tua siswa atau yang lebih dikenal dengan istilah paguyuban,” terangnya.

Dikatakannya pula, uang tersebut semata-mata digunakan untuk menunjang program sekolah.

“Bukan untuk kesejahteraan guru, tapi menopang semua kegiatan siswa, termasuk pula dalam hal menujang pembangunan,” bebernya.

Disatu sisi, ia juga menegaskan bahwa orang tua tidak diwajibkan.

“Namanya saja kerelaan, tentunya sudah pasti tidak dipaksakan,” tutupnya sembari menyebutkan, kalau sekolah ingin maju, termasuk kualitas pendidikannya, maka harus ada kontribusi juga dari orang tua, karena anggaran yang disiapkan oleh pemerintah belum mampu mengcover semua kebutuhan yang diperlukan sekolah. (ein)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.