Pala Oninala Bersaksi Dalam Kasus Pembunahan Tateli

MANADO — FR alias Frengky (33), kembali duduk di kursi pesakitan panas persidangan Pengadilan Negeri Manado, Senin (11/9), kemarin. Pria berprofesi sebagai petani itu, didakwa dalam kasus pembunuhan terhadap korban Agustina Petrolina Mamahit.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Harry G Tendean, menghadirkan saksi Pertiwi Onibala. Saksi merupakan Kepala Lingkungan, tempat lokasi kejadian.

Ia menjelaskan kasus pembunuhan tersebut diketahui berasal dari penuturan salah satu warga.

“Saya diberitahu seseorang, katanya ada seseorang perempuan yang tergeletak sopir di pos keamanan,” katanya kepada Majelis Hakim diketuai Immanuel Barru.

Onibala menambahkan, rupanya perempuan itu adalah anak korban, yakni RR alias Sita. Tubuhnya lemas disertai luka memar dan Sarah yang mengalir dari balik baju tubuh belakang. “Kami segera membawanya ke rumah sakit untuk diberi pertolongan,” jelasnya lagi.

Setelah menolong Sita, Onibala bergegas menuju ke tempat kejadian bersama polisi.  Di dalam rumah, ia melihat sesosok jasad seorang perempuan, terbaring di atas tempat tidur.  “Tubuhnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” terangnya.

Usai penjelasan saksi, Majelis Hakim menunda persidangan dan akan dilanjutkan pekan depan.

Pantauan Indo Post Manado, puluhan polisi menjaga keamanan sidang sejak pagi hari.  Hingga digelar sampai akhir sidang, suasana kondusif tetap terjaga, tak seperti pada sidang-sidang sebelumnya. Diketahui, kejadian berawal Kamis (9/3) sekira pukul 06.00 Wita.

Frengky datang ke rumah korban di Desa Tateli Jaga IV, Kecamatan Mandolang, Minahasa. Melalui pintu samping, terdakwa yang hanya lulusan SD itu, membangunan korban yang tidur di kamar, kemudian mengajak bercerita. Namun, antara korban dan terdakwa terjadi percecokan.Hingga akhirnya terdakwa menyikut korban dan terjatuh ke lantai.

Korban segera bangkit tapi kembali lagi didorong terdakwa hingga kembali terjatuh di atas tempat tidur. Lalu terdakwa mencekik leher Agustina hingga kehabisan oksigen kemudian meninggal dunia. JPU menjerat terdakwa dengan pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, subsidair pasal 354 ayat 2 KUHPidana tentang penganiayaan berat. (air)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.