PBB Naik, Wajib Pajak Talaud Mengeluh

TALAUD — Sejumlah wajib pajak mengeluhkan dan mempertanyakan perihal kenaikan pajak bumi dan bangunan. Pasalnya, menurut salah seorang wajib pajak yang meminta namanya tidak dipublikasikan, kenaikan tersebut mencapai 100 persen dan bahkan lebih. “Kita terima surat pemberitahuan pajak terhutang atau SPPT untuk tahun 2017 harus membayar sekitar 780 ribu. Tahun sebelumnya hanya 400 ribuan. Luas bangunan rumah saya 286 meter, sedangkan tanah 910 meter persegi. Banyak juga warga lain yang mengeluh,” ungkapnya. Menanggapi hal tersebut, Kabid Pengelola Pajak Badan Pengelola Pajak Daerah (BP2RD), Mack Udang mengatakan, kenaikan ini telah sesuai UU Nomor 8 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah dan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) tahun 2010. “Selain itu, kenaikan juga dapat disebabkan kesalahan pengisian data oleh wajib pajak itu sendiri,” terangnya. Ia pun menyarankan, jika ada wajib pajak yang belum paham soal kebijakan tersebut, pihaknya dengan senang hati akan memberikan penjelasan. “Datanglah ke kantor, kami siap memberikan penjelasan,” katanya. Senada, Operator Console Kriston Sasauw menjelaskan, suatu hal keliru jika kenaikan PBB dihitung dengan persentase. Kenaikan sebenarnya dihitung berdasarkan up-dating data. Menurutnya data nilai objek pajak bumi bangunan sejak tahun 2016 maupun tahun dibawahnya belum pernah di update. Dari 19 Kecamatan, pemutakhiran data NJOP berlaku untuk Kecamatan Melonguane, Beo dan Lirung. Sedangkan 16 Kecamatan lainnya hanya bangunan. “Contohnya Melonguane. Waktu di Dinas Pendapatan tahun lalu, kita ada kajian NJOP. Kita lihat tanah disini (Melonguane-red) yang dulunya cuma tanah kebun hanya 20 ribu per meter, sekarang harga tanah berkisar sampai 750 ribu. Kenaikan kita klasifikasikan per kelas, jadi kita naikkan sampai 5 kelas. Sesuai undang- undang, kita harus mengklasifikasikan NJOP sesuai dengan perkembangan wilayah,” beber Sasauw. Dituturkannya lagi, penetapan PBB telah dibahas bersama dengan DPRD pada tahun 2016 lalu, dan terjadi kenaikan dari sekira  Rp1,5 miliar menjadi Rp2,5 miliar. (wan)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.