Pedagang Tak Diperhatikan, Pasar Mabura Mubazir

SITARO — Ungkapan kekecewaan warga khususnya pedagang terhadap kinerja pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kembali menyeruak. Mereka menilai, hingga kini pemerintah tidak peka dengan persoalan yang mereka hadapi, khususnya dalam hal ketersediaan tempat untuk berjualan. Bahkan, menurut mereka, lokasi yang disiapkan pemerintah terkesan asal-asalan. “Keberadaan Pasar Mabura sangat tidak strategis. Begitu juga dengan kebijakan yang diberikan kepada kami untuk menempati area pelelangan ikan, sangat merugikan kami,” ungkap salah satu pedagang yang meminta namanya tak dikorankan. Dijelaskannya, soal kebijakan menempati lokasi pelelangan, sangat strategis karena sepi pembeli. “Banyak pembeli yang tidak melihat kami (Penjual, red), sehingga dagangan kami pun tak lancar,” ujarnya dengan nada kecewa. Belum juga mereka harus berjibaku dengan terik matahari saat cuaca cerah serta hujan. “Gimana kami mau sejahtera jika pemerintah cuek,” serunya. Menanggapi keluhan ini, salah satu Pemerhati Pemerintah, Teddy Basare, mengaku sangat prihatin. Menurutnya, jika pemerintah memahami kondisi masyarakat, sudah pasti persoalan ini tidak akan terjadi. “Masyarakat Sitaro itu didominasi petani serta nelayan, oleh karena itu, saya kira program pemerintah semestinya bersinggungan langsung dengan mereka,” ujar Basare. Pria berdarah Ondong ini juga meminta pemerintah untuk tidak setengah hati dalam membangun Sitaro. “Bukankah pimpinan kita saat ini sudah menjalani periode kedua, sehingga saya kira, persoalan seperti ini seharusnya tidak terjadi. Kalau pun terjadi, yang perlu dipertanyakan, apa yang mereka kerjakan semenjak periode pertama hingga kini,” ujarnya. Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan, Dra Fatmawati Kalebos mengatakan, lokasi yang ditepati pedagang (di area pelelangan), masih bersifat sementara. “Kami sedang mengupayakan ada tempat yang lebih layak bagi mereka,” ujar Kalebos sembari meminta para penjual untuk bersabar. Sekedar diketahui, seputaran pelelangan ikan yang bersebelahan dengan Pasar Ampera untuk sementara dijadikan tempat penjualan hasil kebun seperti sayur, pisang serta beragam jenis umbi-umbian. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.