Pegawai Kejari Manado Divonis 16 Bulan Penjara

MANADO — Kasus korupsi di tubuh kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, kembali disisanngkan di Pengadilan Tipikor Manado, Senin (21/8). Terdakwa Elza Karpop Pangulu (33) divonis 1,4 bulan dan denda Rp60 juta subsidair 3 bulan. Tak hanya itu, Majelis Hakim diketuai Alfi M Usup juga membebankan uang penganti korupsi lebih dari Rp489.067.600. Harta benda dari Elza juga disita untuk menutupi uang pengganti. Jika tidak maka hukuman ditambah tiga bulan penjara.

“Terdakwa bersalah sebagaimana dalam pasal 3 juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999, juncto pasal 64 ayat 1 KUHPidana,” jelas majelis hakim ketua.

Putusan itu berbanding terbalik dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pada sidang sebelumnya, Elza dituntut JPU Alexander Sulung kurungan penjara selama 1 tahun dikurangi masa tahanan, dan denda Rp60 juta, serta uang pengganti korupsi. Mendengar amar putusan, Elza mengungkapkan menerima putusan tersebut. “Terima kasih yang mulia (majelis hakim), putusan itu saya terima,” katanya.

Elza yang diketahui Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kejari Manado melakukan korupsi sejak 2013 hingga 2015. Pria terseret ke meja hijau atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kejari Manado. Saat melakukan aksinya, terdakwa waktu itu memangku jabatan Bendahara Penerima Kejari Manado.

Adapun modus terdakwa, yakni merubah nominal digit saat melaporkan uang PNBP, baik itu uang PNBP berupa tilang, uang pengganti dan sebagainya.sesuai perhitungan auditor ahli auditor Kejaksaan Tinggi Sulut, total kerugian negara mencapai Rp1.599. 067.600. (air)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.