Pelaku Penikaman Ditangkap Paniki di Kolong Tempat Tidur

 

MANADO — Berani berbuat harus berani bertanggungjawab pula. Jangan jadi seperti yang ditunjukan FM alias Cimeng (27), warga Kelurahan Wanea, Lingkungan II, Kecamatan Wanea. Lelaki yang tersandung kasus penikaman ini justru berusaha kabur saat akan diamankan Tim Paniki di rumahnya, sekira pukul 18.00 Wita, Rabu (17/5). Menariknya, dalam aksinya itu, Cimeng memilih bersembunyi di kolong tempat tidur. Namun, sehebat-hebatnya tupai melompat, tetap akan jatuh pula. Itulah yang dialami Cimeng. Ia kemudian tak berkutik setelah persembunyiannya tercium Tim Manguni. Selanjutnya, ia hanya bisa pasra saat digiring ke Mapolresta Manado, setelah sebelumnya buron kurang lebih 3 bulan.  Informasi yang dirangkum harian ini menyebutkan, penangkapan terhadap Cimeng berawal dari laporan penganiayaan dengan senjata tajam (Sajam) di Polsek Wanea, pada Jumat (17/2) silam, dengan korban bernama Jurandy Kambeya (23), warga Keluarahan Karombasan Selatan, Kecamatan Wanea. Korban ditikam saat di warnet di Kelurahan Wanea, Lingkungan II, Kecamatan Wanea. Peristiwa itu terjadi Jumat (17/2) silam. Alhasil, selama 3 bulan tim mengumpulkan informasi, keberadaan pelaku bisa dikantongi. Nah, saat Tim yang dipimpin Aipda Jemmy Mokodompit, pergi ke rumah pelaku, awalnya Tim sempat terkeco dengan isi rumah yang kosong. Namun, pelaku tak dapat meloloskan diri saat petugas masuk ke dalam kamar pelaku. Setelah membongkar isi kamar, polisi menemukan pelaku sedang bersembuni di bawah tempat tidur. Selanjutnya preman kampung itu pun langsung digiring ke Polsek Wanea untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara itu, Kapolsek Wanea Kompol Jhony Kolondam, membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Pelaku sudah dimasukan ke dalam sel tahanan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya. (ndy)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.