Pelebaran Ring Road Manado Terhalang Tiang Listrik

pasang slot online slot slot gowd

MANADO — Pelebaran jalan Ring Road 1 (Winangun-Maumbi) diperkirakan bakal terganjal pada utilitas, antara lain tiang listrik. Hingga saat ini puluhan tiang listrik yang masih terpasang kawat berlistrik itu belum dipindahkan meski letaknya kena di badan jalan.

Manajer PLN Area Manado Paultje Mangundap mengungkapkan, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XV Manado Kementerian PUPR sudah mengajukan permohonan pemindahan. Namun, katanya, proses pemindahan tersebut membutuhkan anggaran dan waktu.

“Makanya, kami (PLN) akan mengkoordinasikan dengan BPJN rencana tersebut. Sebelumnya juga untuk pemindahan tahap I dari Terowongan ke Jembatan Sawangan biayanya ditanggung oleh kontraktor,” kata Mangundap.

Karena tiang listrik dan pelebaran jalan sama-sama untuk kepentingan umum, katanya, akan didiskusikan dengan BPJN agar anggarannya ditanggung bersama. “Sebab, kalau PLN yang tanggung semua, itu bisa saja. Hanya butuh survey dan diusulkan ke dalam dokumen RKAP ke kantor wilayah. Paling tidak realisasinya nanti tahun depan, padahal pemindahan tiang sudah dibutuhkan secepatnya,” kata Mangundap. “Sharing cost. Itu yang nanti akan dibicarakan dengan BPJN,” tambahnya.

Sementara itu, diperoleh informasi bahwa pada 2016 lalu pihak BPJN XV melalui PPK 06 telah mengajukan permintaan ke PLN agar memindahkan tiang listrik yang berjumlah 160-an unit ke titik terluar dari daerah milik jalan atau di pinggir saluran. Sebab, Ring Road I tersebut akan diperlebar mengikuti konstruksi Ring Road II.

Namun, pemindahan tiang listrik di Ring Road 1 belum bisa terlaksana seluruhnya—hanya di Interchange Maumbi dan Terowongan-Jembatan Sawangan—karena medannya belum memungkinkan. Sebagian besar lokasi penempatan masih bukit yang harus dipapas untuk pelebaran. Makanya, tiang listrik di ruas antara Jembatan Sawangan hingga Jembatan Sungai Tondano dan dari Terowongan ke Citra Land belum terlaksana, padahal ruas tersebut sementara dilebarkan.

Pemerhati pemerintahan dan kebijakan publik FISIP Unsrat Rivo Sumampouw mengatakan karena persoalan ini adalah urusan intern pemerintah (PLN dan BPJN), maka tidak perlu berlarut-larut. Apalagi, pekerjaannya untuk kepentingan orang banyak. “Tidak perlu lagi bersikap ego-sektoral, karena hanya akan memperlambat urusan,” katanya.

Apalagi, katanya, persoalan ini sudah pernah terjadi pada pekerjaan pelebaran tahap I. “Karena Ring Road I merupakan satu kesatuan, harusnya sudah terselesaikan dari awal, terutama anggaran relokasi tiangnya,” ujar Sumampouw.

Sekadar diketahui, lebaran jalan Ring Road I tahap II ini sepanjang 2,75 kilometer. Terbagi 2 seksi, yakni SPBU Ring Road hingga SPBU komplek mixing plant CBSP dan Terowongan hingga komplek Perumahan Citra Land.(baz)

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.