Peleloan Tonjolkan Mapalus, Tempang Kreativitas

TONDANO—Setelah Desa Kanonang II berhasil menjuarai lomba tingkat provinsi tahun 2016 lalu, kini Minahasa mengutus Kelurahan Peleloan, Tondano Selatan, dan Desa Tempang, Langowan Utara, untuk bersaing mengharumkan nama Minahasa.

Tim penilaian perlombaan desa dan kelurahan Sulut telah mengunjungi dua nominasi ini, Kamis (8/6) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, terungkap keunggulan dari Peleloan dan Tempang. Yaitu Peleloan menonjolkan program mapalus (gotong royong), sedangkan keunggulan Tempang adalah desa kreatif.

Awalnya, tim penilai tiba di Peleloan. Lurah Peleloan Grace Sumampouw SE kemudian menjelaskan tentang visi dan misi dari Peleloan serta program-program yang dilakukan masyarakat. Acara dilanjutkan dengan sambutan Bupati Minahasa yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr Denny Mangala Msi.

Dirinya bersyukur tim evaluasi dapat melihat secara langsung Peleloan. “Melalui berbagai evaluasi, Peleloan menjadi kelurahan terbaik se-Minahasa. Yang menjadi keistimewaan Peleloan, di mana kelurahan ini barada di pinggiran Danau Tondano. Bukan hanya itu, etos kerja dari masyarakat Peleloan sangat luar biasa, temasuk gotong royong dari masyarakat. Saya berharap, Peleloan menjadi juara kelarahan tingkat provinsi,” ujar Mangala sembari berterima kasih kepada ketua dan anggota tim penilai dari Pemprov Sulut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulut Drs Royke H Mewoh DEA  sebagai ketua tim penilai, mengucapkan selamat kepada Peleloan yang dapat menjadi perwakilan Minahasa. “Saya menyampaikan kegiatan ini merupakan sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Maksud dari evaluasi ini yaitu untuk melihat bagaimana peran serta administrasi dan peran masyrakat dalam peningkatan pembangunan,” ujar Mewoh.

Tim ini, katanya, tidak melihat kesalahan. Namun melihat kekurangan untuk disempurnakan. “Kami melihat kelengkapan 24 administrasi sudah dilaksanakan atau belum. Karena administrasi yang baik sudah cukup menggambarkan bagaimana pelayanan kepada masyarakat, dan juga tim menilai pula kegiatan-kegiatan yang dilakukan TP PKK di Peleloan,” jelasnya.

Acara dirangkaikan dengan launching program peduli masyarakat oleh Ketua TP PKK Anita Ratulangi melalui Bendahara Silvia Paath Kandouw. Program ini mengumpulkan dana dari masyarakat yang kemudian dikelola TP PKK Peleloan. “Di mana di setiap rumah atau setiap keluarga menyediakan wadah dari plastik, bambu, ataupun kertas sebagai tempat di tampungnya uang koin maupun uang kertas yang akan dijemput oleh petugas pengelola di setiap minggunya,” ujar mereka.

Ketua Panitia Kelurahan Peleloan Marthen Lolaen, Wakil Ketua Edy Rasu, dan Sekretaris Herman Mambu menambahkan, uang yang dikumpulkan akan dimanfaatkan untuk bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu, anak yatim, dan orang-orang yang layak untuk mendapatkan bantuan di Peleloan. TP PKK Peleloan memberikan sumbangan kepada masyarakat kurang mampu secara simbolisasi kepada Fandy Sasumbala.

Camat Tondano Selatan Robert Ratulangi SPd MM mengucapkan terima kasih kepada tim penilai dari provinsi. “Dan terima kasih masyarakat Peleloan yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini juga merupakan dukungan terhadap program Pemkab Minahasa yaitu Pesona Minahasa,” tutur Ratulangi.

Pada siangnya, tim melanjutkan penilaian di Desa Tempang. Kumtua Tempang III Meiland S Payouw berterima kasih kepada ketua tim penilai Royke Mewoh. Ia kemudian menjelaskan tentang gambaran umum Tempang III serta inovasi-inovasi dalam pelayanan administrasi desa yang dilakukan secara tepat dan gratis.

“Desa Tempang III memiliki website desa, sehingga kita semua dapat melihat pembangunan yang ada di Tempang. Kemandirian desa tempang dapat dilihat dari tingginya partisipasi masyarakat dan sinergritas kelembagaan desa dan masyarakat dalam mewujudkan visi dan misi desa,” jelas Payouw.

Sementara itu, Bupati Minahasa melalui Asisten Denny Mangala mengatakan, Tempang adalah desa yang sangat luar biasa. Kecil namun sangat kreatif. “Banyak inovasi-inovasi dari Tempang III yang menunjukkan desa ini memiliki semangat persaudaraan, kekeluargaan yang sangat tinggi. Saya berharap, hasil yang terbaik untuk Tempang III,” harap Mangala

Di sisi lain, Mewoh mengapresiasi Tempang yang telah menjadi utusan Minahasa. “Tentunya, apa yang telah dilakukan masyarakat Tempang begitu luar biasa. Karena boleh meraih juara kabupaten,” pungkas Mewoh.(inf)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.