Pembina Pramuka di Manado Nekat Remas Payudara Siswi SMP

MANADO — Dunia pendidikan kota Manado kembali tercoreng dengan aksi bejat yang dilakukan salah seorang pembina pramuka terhadap anak didiknya.

Betapa tidak, pembina pramuka salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Singkil berinisial LM alias Nol ini, nekat mencabuli siswinya sebut saja Kemuning (13), warga Kecamatan Singkil. Kejadian itu terjadi di salah satu ruangan kosong saat kegiatan pramuka sedang berlangsung, Kamis (20/7) sekira pukul 02.00 Wita.

Akibat aksi bejatnya itu, pelaku kini harus berurusan dengan pihak berwajib setelah keluarga korban mengajukan keberatan lewat laporan ke kepolisian.

Informasi yang dirangkum harian ini, petaka bagi Kemuning terjadi saat dia mengikuti mengikuti kegiatan pramuka yang diadakan sekolahnya. Korban juga menjadi salah satu panitia pramuka.

Saat kegiatan sedang berlangsung, korban mendadak sakit kepala. Merasa kondisi kesehatan terus drop, korban pun melapor kepada pelaku yang diketahui sebagai pembina pramuka.

Awalnya, pelaku berniat baik dengan menyarankan korban untuk meminum teh manis. Setelah itu, korban bersama dua temannya kemudian pergi ke kelas kosong untuk beristirahat. Pelaku pun masuk ke kelas kosong itu.

Celakanya, belakangan niat bejat pelaku muncul. Ini ditenggarai situasi di ruang kelas yang sepi, dimana di dalam ruangan kelas itu hanya korban dan pelaku.

Pelaku yang mendadak ingin ngeseks menyuruh korban berbaring di sampingnya. Korban yang tidak menduga akan adanya aksi cabul pelaku, mengiyakan hal itu.

Mirisnya, saat korban sudah berbaring, lelaki hidung belang ini kemudian mencium kepala dan tangan korban. Bahkan, pelaku kemudian meremas (maaf) kedua payudara korban. Perbuatan pelaku sontak membuat ABG malang ini ketakutan.

Beruntung, aksi pelaku tidak sampai kepada hal-hal yang lebih tragis, karena teman pelaku sudah datang ke ruangan kelas tersebut.

Paginya, setelah kegiatan pramuka itu usai korba pulang ke rumah dan memberitahukan kepada orang tuannya perlakuan bejat pembina pramuka tersebut. Tak terima dengan perlakuan pelaku, orang tua yang geram melaporkannya ke pihak berwajib.

Kasubag Humas Polresta Manado, AKP Roly Sahelangi, membenrkan adanya kejadia tersebut.

“Korban telah membuat laporan dan kasus ini akan segera ditindak lanjuti sesuai hukum berlaku,” pungkas mantan Kapolsek Pineleng. (ndy)

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.