Pembunuh Lansia Bitung Roboh Ditembak Petugas

BITUNG — Eksekutor wanita lanjut usia (Lansia) Bitung, FB alias Ajim (18), terpaksa dilumpuhkan petugas, Selasa (11/7) dini hari.

Tindakan ini terpaksa dilakukan petugas lantaran pelaku melawan petugas saat hendak disergap di tempat persembunyiannya di desa Uwuran II Amurang, Minahasa Selatan.

Dalam pengakuannya, pelaku menceritakan kronologi pelariannya usai menyantroni rumah dan membunuh Hj Samsia Tamba (65), Minggu (9/7) lalu.

“Saat dia (Korban, red) sudah mati, saya mengambil uang 15 juta rupiah,” akunya.

Dari TKP, lanjutnya, ia langsung ke kanopi pusat kota membeli pakaian (Baju dan celana) menggunakan ojek guna menghilangkan jejak.

“Kemudian saya ke Girian membeli HP Samsung J7 seharga 2.300.ooo, dan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Terminal Tangkoko,” tuturnya.

Dari Tangkoko, pelaku kemudian menuju ke Manado dan menginap di Hotel Aryaduta satu malam.

“Besok harinya, Senin (10/7), saya ceck out pergi ke rumah teman di Tontalete (Tomohon),” bebernya.

Namun, merasa tak aman, ia kembali ke Manado dan menginap di salah satu hotel di wilayah Karombasan.

Dihantui rasa takut, dia pun langsung menuju Terminal Malalayang dan menyewa taxi gelap dengan tujuan ke Gorontalo dengan biaya sewa Rp1,5 juta.

“Kebetulan sopir orang Amurang dan meminta untuk beristrahat sejenak di rumahnya sebelum lanjut ke Gorontalo,” ungkapnya.

Disaat istirahat itu sekitar pukul 02.30 Wita kata dia, sejumlah anggota Polres datang menyergap dirinya. “Saya sempat masih mau lari tapi kaki saya sudah ditembak,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting SIK MH, mengatakan Ajim dilumpuhkan dengan dua timah panas karena hendak melarikan diri saat disergap di tempat persembunyiannya.

“Dia mau kabur saat kita sergap, makanya kita lumpuhkan,” terang Kapolres.

Philemon mengakui Ajim dalam pelariannya beberapa kali berpindah tempat.

“Anggota sempat kecolongan saat akan menyergap di Malalayang karena dia selalu memakai masker agar tidak dikenali,” ujarnya.

Namun berkat doa dari masyarakat dan kesigapan anggota, kata dia, pria dengan nama Fahjrin ini berhasil ditangkap di salah satu rumah warga di Amurang.

“Dia tidak mungkin lolos, karena pergerakannya kami sudah ketahui, sekalipun lari ke Gorontalo,” tambahnya.

Ia menambahkan, dari tangan Ajim, petugas menyita sisa uang hasil curiannya, lebih dari Rp12 juta dan telepon genggam yang ia beli usai melakukan aksi kejahatan.

“Barang bukti pisau yang digunakan menganiaya korban sementara dicari, karena pelaku telah membuang ke atas rumah di sekitar lokasi kejadian,” bebernya.

Terungkap pula bahwa pelaku sudah lebih dari tujuh kali melakukan aksi pencurian di tempat berbeda di Kota Bitung.

Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 338, 365, 285 dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara.

Sekedar diketahui, korban Hj Samsia Tamba (65) ditemukan tak bernyawa dengan luka tikaman di bagian kepala sebelah kiri oleh sejumlah keluarganya. Lansia malang ini ditemukan di lantai dua rumahnya, Minggu (9/7) sekira pukul 17.30 Wita.

Sebelum korban ditemukan, sejumlah warga melihat seorang pemuda terlihat berusaha turun dari lantai dua rumah korban lewat jendela. Namun, warga tidak menduga juka pemuda yang belakangan diketahui adalah Ajim selaku eksekutor korban.

Usai membunuh korban, pelaku ikut membawa kabur uang Rp15 juta. (ray)

 

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.