Pilkada Mitra 2018, Peluang Birokrat Terbuka Lebar

RATAHAN – Peluang birokrat meramaikan panggung politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa Tenggara (Mitra) 2018, terbuka lebara. Apalagi, terdapat beberapa birokrat handal dan mumpuni untuk menjadi kandidat wakil bupati. Contohnya birokrat Asisten III Drs Pieter Owu MSi, Asisten I Drs Rolly Mamahit dan Sekda Minahasa Tenggara Ir Farry Liwe MSc.

Didunia birokrasi Kabupaten Mitra, Owu dikenal sudah beberapa kali memegang jabatan stategis. Mantan Sekretaris Camat Belang ini digadang-gadang bakal maju di Pilkada Mitra dari PDIP. Owu sendiri merupakan putra Ratahan yang sukses melalang buana di dunia birokrat Sulut.

Selanjutnya Rolly Mamahit. Beberapa tahun silam, di pemerintahan Ramoy Luntungan, dirinya pernah menjadi Camat Tombatu. Kemudian pernah menjabat Kadis Perhubungan Mitra.

Nama Mamahit kembali muncul sebagai kandidat di Pilkada Mitra. Kemudian Otto Sandag. Mantan Asisten 3 Setdakab Mitra ini berasal dari Silian. Dia dikenal punya basis massa di Silian Raya. Dua birokrat asal Pemkab Minahasa Tenggara Dr Welly Munaisehe dan Vecky Mokorimban pun disebut-sebut bisa jadi papan dua di Pilkada Mitra.

Pengamat politik Taufik Tumbelaka menilai peluang para birokrat maju dalam Pilkada 2018 sangat terbuka.

“Karena para birokrat bisa dibilang berpengalaman dalam bidang pemerintahan,” katanya.

Namun Tumbelaka mengatakan, penentuan kembali ke masyarakat sebagai pemegang kekuasaan memilih.

“Sekarang masyarakat sudah mulai sadar dalam memilih pemimpin. Masyarakat melihat apakah calon pemimpin ini bisa menawarkan solusi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan konkret dalam masyarakat,” ucap Tumbelaka.

Untuk itu, Tumbelaka menilai tingkat popularitas dari calon sangat menentukan.

“Yang dimaksud dengan popularitas adalah bagaimana calon dari birokrat bisa turun langsung berbaur dengan masyarakat. Juga calon tersebut bisa dikenal di tengah masyarakat,” bebernya.

Ditambahkan Tumbelaka, unsur figur, popularitas dan bagaimana calon bisa menawarkan apa yang dibutuhkan masyarakat ditambah pengalaman di bidang birokrasi menjadi modal utama.

“Tingkat elektabilitas calon dari birokrat akan tinggi. Ditambah diusung partai yang tepat. Kemungkinan besar kemenangan bisa diraih dalam Pilkada 2018,” tandasnya. (vel)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.