Pilkada Sitaro 2018, Takarendehang-Sasingen Peluang Head to Head

pasang slot online slot slot gowd

 

SITARO — Aroma pertarungan memperebutkan DL 1 C di Sitaro kian mencuat. Sejumlah figur yang menyatakan diri bertarung pun terus bermunculan. Mulai dari yang mengaku maju lewat jalur partai maupun independen. Untuk jalur partai, sejauh ini baru PDIP dan Hanura yang menyatakan secara terang-terangan akan maju di Pilkada. Mereka adalah Evangelin Sasingen dan Ivone Bentelu dari kubu moncong putih dan Alfrets Ronald Takarendehang dari Hanura yang nantinya akan membentuk partai koalisi. Untuk jalur independen, mencuat nama Sony Dauhan yang akan berpasangan dengan Hendra Pelealu. Meski begitu, masih ada beberapa nama yang ikut disebut-sebut, namun belum menyatakan diri secara langsung ke publik akan maju di pilkada nanti. Seperti Kres Mamondole, Bob Janis serta Zeth Paponah. Sementara itu, pantauan Indo Post, baik Sasingen, Bentelu dan Takarendehang, ketiganya kini kian intens menggalang dukungan. Sasingen misalnya, dengan modal Ketua TP PKK, istri tercinta bupati Toni Supit ini, belakangan semakin intens menemui warga dengan berbagai kegiatan PKK. Bahkan, tidak jarang wanita berdarah Cina Tobelo ini menghadiri kegiatan pertemuan-pertemuan besar. Bik yang diagendakan oleh organisasi keagamaan maupun pemerintah wilayah. Nyaris serupa dengan Sasingen, Bentelu yang ada anggota DPRD Sulut Dapil Nusa Utara juga kian intens ‘pamer diri’, yang salah satunya digunakan lewat kegiatan dengar curhatan warga alias reses. Bahkan, pantauan harian ini, di wilayah Dapil III yakni di Tagulandang, nampak sudah ada ambulans yang dibalut stiker bertuliskan nama Ivone Bentelu. Namun demikian, politisi PDIP dengan latar belakang dokter ini mengaku mobil tersebut bukan bagian dari kampanye.

“Karena dalam reses saya beberapa waktu lalu ada yang mengeluh dengan pelayanan mobil ambulans, maka saya merespon dengan menyiapkan ambulans gratis kepada warga Tagulandang,” ungkap Bentelu yang kesehariaannya lebih banyak di Tanah Porodisa (Talaud) itu.

Terpisah, Takarendehang saat dikonfirmasi soal namanya yang kian hangat dibahas warga Sebagai penantang petahana (Sasingen, red), mengaku sudah sangat siap.

“Memang kalau melihat perolehan kursi Hanura di parlemen, kita belum boleh mengusung calon, namun itu akan terjadi jika ada koalisi,” kata politisi yang kini menahkodai Hanura Sitaro itu.

Eks politisi PDIP ini menambahkan, kini pihaknya sudah membangun komunikasi dengan sejumlah partai. “Nasdem, Gerindra, Golkar hingga PAN telah kita temui. Bahkan, disurvei Golkar dan PAN, kita masuk posisi tiga besar,” tutur pengusaha pala ini.

Menariknya, ia juga menegaskan jika dirinya hanya akan bertarung untuk papan satu alias bakal calon bupati. “Target kita bukan papan dua, kalau tidak terwujud, maka artinya Hanura tidak akan mengusung,” ujarnya.

Disinggung soal kekuatan PDIP yang adalah partai penguasa, politisi yang dulunya juga adalah penggerak massa dan memenangkan Toni Supit untuk dua periode ini, mengaku tidak gentar.

“Kita sudah siap melawan dengan siapa saja, termasuk PDIP dan Golkar walaupun mereka akan koalisi,” tegas pria yang akrab disapa Ko Ronal ini.

Bahkan, dikatakannya, saat ini Hanura telah melakukan konsolidasi dan membentuk tim pemenangan. “Siau sudah hampir rampung, begitu juga dengan Tagulandang. Tinggal Biaro dan Makalehi yang akan kita jajaki,” bebernya sembari menyebutkan, sejauh ini desakan pendukung maupun simpatisan terhadap dirinya untuk maju kian menguat.

Di satu sisi, saat Hanura dan PDIP kian gencar menggalang dukungan, Golkar yang notabene merupakan partai besar dan memiliki hak mengusung justru hanya diam. Usut punya usut, sejumlah kalangan menilai, sikap Golkar yang seakan mati suri tidak lepas dari tidak adanya figur papan satu yang menjual di kubu beringin saat ini.

“Kalau papan dua (Wakil bupati, red), saya kira Golkar punya beberapa stok, dan salah satunya adalah Hironimus Makainas,” beber Tokoh Pemuda, Rikler Tatambihe.

Ditanya soal potensi Zeth Paponah untuk maju di papan satu untuk Golkar, Tatambihe mengaku belum yakin. “Okelah Pak Zeth berhasil memenangkan Yabes di Sangihe, tapi menurut saya, terlalu dini kalau beliau kita simpulkan mampu mengulangi hal serupa di Sitaro,” ujarnya.

Menariknya, jika kondisi ini terus belanjut, maka peluang head to head Sasingen-Takarendehang kiat terbuka. Pasalnya, selain waktu yang kian singkat, belum ada figur yang nampak serius bertarung seperti dua sosok ini. Ditambah sikap Golkar yang masih kabur.

Akan hal ini, Pengamat Politik Sulut, Taufik Tumbelaka, menilai sikap Golkar yang saat ini masih silent, jangan ditafsirkan sebagai partai yang tak punya taji.

“Bisa saja mereka sedang melakukan silent operation (operasi diam-diam),” sebut Tumbelaka.

Ia pun meyakini Golkar sudah melakukan pergerakan atau komunikasi politik namun tak nampak di permukaan.

“Golkar merupakan partai besar dan punya massa militan, sehingga tidak mungkin mereka melewatkan Pilkada ini tanpa berbuat, apalagi mereka punya hak untuk mengusung,” ujarnya.

Soal PDIP, eks aktifis UGM ini mengatakan, Olly cs harus meramu strategi dengan baik jika tidak ingin tumbang untuk kesekian kalinya.

“Harus belajar dari Pilkada Sangihe, dan jangan memaksakan figur yang tidak diinginkan masyarakat,” sarannya.

Ia juga menilai kekalahan PDIP di Pilkada Sangihe dan DKI akan menambah peluang bagi calon diusung meraih kemenangan.

“Selain punya bekal harus menang, pasti PDIP akan lebih hati-hati lagi meramu strategi, dan saya kira itu akan membuaka peluang kemenangan lebih besar,” serunya. (ein)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.