PLN Siagakan 1.380 Personil Jaga Listrik Lebaran

 

H-7 Hingga H+7 Tanpa Pemadaman Terencana 

 

MANADO — Kesiapan PLN Suluttenggo mengantisipasi kebutuhan listrik jelang dan sesudah Lebaran Idul Fitri telah dilakukan sejak awal puasa. PLN mengerahkan tim pelayanan teknik dan vendor melakukan pemeliharaan jaringan distribusi.

“Karena sudah ditetapkan H-7 hingga H+7 tidak ada pemadaman terencana karena alasan pemeliharaan jaringan. Idealnya, memang, tidak ada padam, tapi gangguan lokal sulit dihindari,” kata General Manager PLN Wilayah Suluttenggo Baringin Nababan didampingi Manager Bidang Transmisi dan Distribusi Andi Imran Karim dan Manager Bidang Niaga Sofin Hadi dalam Konferensi Pers Kesiapan Listrik Lebaran 2017, di Kantor PLN Wilayah, Selasa (20/6).

Makanya, tambah Andi Karim, sepanjang Juni 2017 sebelum H-7, PLN telah melakukan pemeliharaan jaringan dan peralatan distribusi. Yakni 1.300 gardu, penggantian kabel sepanjang 1.543 kilometer, serta pemangkasan pohon di 3.067 kilometer gawang.

“Makanya beberapa waktu terakhir sering terjadi padam. Itu padam yang direncanakan dalam rangka pemeliharaan jaringan distribusi,” ujar Andi.

Untuk transmisi, tambah Baringin, secara umum saat ini dalam kondisi prima meskipun sistem Sulut-Gorontalo sedikit terganggu di Tower 73 Boroko. Menurutnya, saat ini sistem Sulut-Gorontalo telah pulih.

“Yang awal Juni lalu terjadi gangguan sehingga masing-masing daerah dilayani oleh pembangkit sendiri. Itu tidak masalah, cuma sistemnya tidak kuat. Tapi sekarang sudah pulih. Jadi, kalau di Gorontalo kekurangan daya, bisa disuplai dari Sulut. Begitupun sebaliknya,” jelas Baringin.

Namun, dia tidak mau menjamin bahwa listrik 100 persen aman jelang dan setelah Lebaran nanti. Sebab, gangguan bisa datang kapan saja. “Entah karena alam atau peralatan. Yang pasti, secara umum sistem Sulut-Gorontalo tidak ada masalah di sisi daya pembangkit,” ujarnya.

Soal gangguan di wilayah Suluttenggo, sebut Andi Karim, yang terekam dalam sistem data gangguan, triwulan I sebanyak 2.177 gangguan, triwulan II hingga Juni tinggal 1.250. “Artinya, ada perbaikan jumlah gangguan. Gangguan ini 85 persen karena pohon. Mudah-mudahan akan lebih turun lagi setelah ada pemeliharaan awal Juni lalu,” katanya.(baz)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.