Polda ‘Bebaskan’ 10 Tersangka Kasus PT Conch Bolmong

MANADO — Sebanyak sepuluh tersangka kasus pengrusakan PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC) di Kabupaten Bolmong, telah ditangguhkan Polda Sulut. Penangguhan tersangka dilakukan dua kali. Yakni, Selasa (18/7) lima orang ditangguhkan. Kemudian kini lima orang tambahan menyusul yang diketahui oknum Satpol PP Pemkab Bolmong, dapat menghirup udara bebas sementara.

“Iya, ada lima orang diberi penangguhan oleh penyidik. Penjamin tersangka adalah keluarga masing-masing,” jelas Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito melalui Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kamis (20/7).

“Sebelumnya, ada lima tersangka yang ditangguhkan. Empat tersangka dengan jaminan keluarga, dan satunya lagi karena sakit,” imbuhnya.

Pasca ditahan beberapa waktu lalu, 27 oknum Satpol PP Bolmong pernah diusulkan penagguhan oleh Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow. Disinggung hal tersebut, Kabid Humas menjawab tak mengabulkan permohonan, dikarenakan berbagai pertimbangan.

“Kami tidak yakin dengan usulan (penagguhan) Pemkab Bolmong, karena tindak pidana ini terjadi dalam wewenang Pemkab Bolmong,” jelas Tompo.

Diketahui, kasus ini terkait dugaan pengrusakan secara bersama-sama terjadi Senin (5/6) lalu. Usai dilantik beberapa pekan Bupati Bolmong beserta penegak hukum masuk ke dalam pabrik semen PT CNSC, di Jalan Trans Sulawesi, Inobonto Bolmong. Alasannya, pihak perusahan asal Tiongkok itu, tak memenuhi berbagai izin untuk melakukan penambangan.  Hingga diduga terjadi pengrusakan yang dilakukan aparat Pemkab Bolmong. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian materil. Yaitu kerusakan bangunan sebanyak 11 unit, 240 buah kaca jendela, dan 100 daun pintu pecah. 27 Satpol PP Bolmong menjadi tersangka, termasuk Kasat Pol PP. (air/zly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.