Polda Periksa Bupati Yasti, 27 Orang Ditetapkan Tersangka

MANADO – Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulut, Rabu (20/6). Perempuan yang baru dilantik ini, diperiksa terkait kasus pengrusakan di PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC).

Pantauan haran ini, Yasti datang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, sekira pukul 13.20 Wita. Terlihat Wakil Bupati Yanny R Tuuk turut mendampingi Yasti dengan setelan pakaian batik.

Setelah itu mantan anggota DPR RI masuk ke dalam ruangan  Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sulut, terletak di Lantai I. Hingga malam hari, Yasti masih diperiksa intensif penyidik Polda Sulut.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, pemeriksaan terhadap Yasti masih berstatus saksi.

“Proses pemeriksaan akan berlangsung panjang. Karena kami butuh keterangan terkait kejadian tersebut,” ujarnya, kemarin.

Hingga saat ini, Tompo menambahkan, pihak kepolisian telah menetapkan 27 ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk Kasat Pol PP Pemkab Bolmong. “Terkait kasus ini bukan lantaran penertiban, tapi bukti pidana, kasus pengrusakan. Yang ditahan saat ini bagian dari Satpol PP,” jelasnya.

Disinggung akan soal izin pemeriksaan seorang pemimpin daerah, pihaknya telah mematuhi mekanisme. “Ini kan masih berstatus saksi, kalau sudah menjadi dalam suatu proses dan menjadi tersangka, maka kami akan menyurat,” jelasnya lagi. “Namun sekarang masih saksi, jadi hanya panggilan resmi, jadi belum diperlukan izin resmi,”pungkas Tompo.

Sebelumnya, Kapolda Sulut Brigjen Pol Bambang Waskito mengatakan, kasus dugaan pengrusakan perusahaan semen PT CNSC, diseriusi Polda Sulut. Meski telah ada kesepakatan antara pihak perusahaan dan Pemkab Bolmong, namun tindak pidana akan terus diusut.

“Saya nyatakan saya tidak akan menghentikan. Ini masalahnya pidana! Yang saya sorotin di sini adalah pengrusakannya. Pidananya. Ini bukan delik aduan, tidak ada pengaduan pun saya periksa,” tegas Waskito, kemarin.

Mantan Kapolda Jabar ini menambahkan, saat ini pihaknya telah menahan tiga tersangka yang diketahui Satpol PP Pemkab Bolmong.

“Nanti mungkin berkembang lagi delapan (tersangka). Kita akan panggil sampai panggilan kedua, ketiga, dan sampai panggilan paksa. Kita akan telusuri siapa aktor intelektualnya,” ujarnya.

Sekadar informasi, Senin (5/6) lalu, beberapa oknum aparat Pemerintahan di Kabupaten Bolaang Mongondow, melakukan tindak pidana kekerasan dan pengrusakan secara bersama-sama di lingkungan Pabrik milik PT CNSC, yang terletak di Jalan Trans Sulawesi, Inobonto Bolmong. Akibat kejadian tersebut, perusahaan mengalami kerugian materil yaitu kerusakan bangunan sebanyak 11 unit, 240 buah kaca jendela dan 100 daun pintu pecah. (air/zly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.