Polda Sulut Diminta Usut Oknum Petinggi Ormas Ijazah Palsu

 

MANADO – Persoalan ijazah palsu diduga milik salah satu petinggi organisasi masyarakat (ormas) di Kota Manado, menghebohkan publik. Apalagi, fotokopi ijazah oknum Alfian alias AD beredar luas di tengah masyarakat. Dimana, sang oknum lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tahun 2004, sesuai yang tertera di ijazah adalah palsu. Hal itu pun membuat personil Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Manado meminta Polda Sulut segera menangkap oknum ijazah palsu untuk diperiksa.

“Karena lembaga pendidikan Unsrat sudah membuktikan bahwa yang bersangkutan bukanlah alumni FEB Unsrat. Maka hal seperti ini menjadi perhatian bersama dengan pihak kepolisian. Bagaimana bisa, seorang petinggi ormas bisa seenaknya menggunakan ijazah palsu. Apalagi saat ini sudah dibuktikan dengan nyata pihak universitas, adalah palsu. Sehingga, jikalau boleh ada tindaklanjut dari pihak universitas untuk melaporkan oknum tersebut terbukti memiliki ijazah palsu,” tukas Anggota Komisi C DPRD Kota Manado Viktor Polii, kemarin.

Lanjutnya, kebiasaan seperti jangan dibiarkan pihak universitas maupun penegak hukum. Karena, selain merupakan contoh yang buruk, secara hukum oknum tersebut sudah menyalahi aturan dan berpotensi diberikan sanksi hukum.

“Ada baiknya, kejadian seperti ditindaklanjuti dan usut sampai tuntas. Karena, bila dibiarkan maka nama baik hukum akan tercoreng. Sehingga, menjadi perhatian serius bagi pihak lembaga pendidikan dan penegak hukum untuk serius dalam mendalami persoalan ini. Apalagi, seperti keterangan dari lembaga Unsrat, oknum tersebut bukanlah alumni lembaga setempat. Sehingga, perlu adanya tindaklanjut,” terang Polii.

Terpisah, Dekan FEB Unsrat Dr Herman Karamoy menegaskan, oknum bersangkutan bukanlah alumni fakultasnya. Ijazah yang dikeluarkan dan ditandatangani Rektor Universitas Ratulangi dan Dekan Fakultas Ekonomi nomor : SE/S1/3967/2004 , tertulis nama Alfian Aldi Daini, NIM: 97062354, yang diberikan tanggal 24 Mei 2004, bukanlah pemilik asli nomor ijazah tersebut.

“Saya sudah melakukan klarifikasi dengan memberikan surat nomor: 1588/UNI2.6.3/KM/2017 tanggal 13 April 2017. Bahwa, dijelaskan nama yang bersangkutan tidak ditemukan/bukan lulusan (alumni) dalam daftar lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi. Nomor dan keterangan lainnya yang tertera di ijazah adalah atas nama Hendra Hendrik Tampi, NIM 97062354, jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan yang lulus tanggal 24 Mei 2004, sesuai dalam daftar alumni (buku 5) nomor urut 641,” tukas Karamoy.

Lanjutnya, untuk tindaklanjut akan dibicarakan dengan instansi internal. Terpisah, oknum ormas ijazah palsu AD sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Sementara, diketahui yang bersangkutan mengakui merupakan salah satu petinggi ormas yang terlibat demo di Kantor DPRD Kota Manado. (sty/zly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.