Polres Minahasa Bidik Pungli Unima

pasang slot online slot slot gowd

TONDANO — Cita-cita besar Prof Dr Julyeta Paula Runtuwene MS DEA membawa Universitas Negeri Manado (Unima) menjadi perguruan tinggi unggul dan berintegritas, tidak akan terwujud apabila pungutan liar (pungli) masih terus terjadi di kampus. Dengan langgengnya praktik tercela itu, akan menambah parah persepsi publik terhadap Unima yang diterpa skandal akademik tahun 2016 lalu. Karena itu, pungli di Unima harus segera dihentikan. Apabila tidak dilakukan, maka nama baik Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI, bakal dipertaruhkan. Diketahui 2016 lalu, Presiden Joko Widodo marah besar setelah ditemukan pungli dalam kementerian perhubungan. Bila borok serupa ada dalam jajaran kemenristekdikti, tentu akan menampar wibawa kemenristekdikti yang seharusnya menjadi benteng kekuatan moral bangsa.

Jika Presiden Jokowi saja memberikan atensi serius dan hadir dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kemenhub, maka tidak ada salahnya apabila Menristekdikti Prof H Muhammad Nasir MSi Ak PhD CA dan Irjen Prof Dr Jamal Wiwoho SH MHum terlibat aktif memberantas pungli di lingkungannya, termasuk Unima. Apalagi sebelumnya, kemenrisetdikti telah mengeluarkan edaran nomor 108/B/SE/2017 yang melarang dosen menerima atau meminta hadiah/gratifikasi/pemberian apapun dari mahasiswa.

Saat menjabat plh rektor Unima, Prof Jamal Wiwoho juga sudah tegas memperketat standarisasi input, process, dan output di Unima. Salah satu target Wiwoho adalah melenyapkan pungli di kampus. Dirinya bahkan secara mendetail menyebut mana saja yang disebut pungli. Akan tetapi, selepas dirinya ditarik ke pusat, rektor Unima Prof Runtuwene seperti mengalami kesulitan memberantas pungli karena diduga tidak didukung jajarannya sendiri.

Ini diperparah karena tim saber pungli Unima masih mandul. Hingga kini, tidak ada penindakan tegas bagi oknum dosen yang sebelumnya telah mereka kantongi namanya melakukan dugaan pungli. Akibatnya, tidak ada efek jerah sehingga disinyalir pungli terus berlangsung.

Apabila tidak ada penindakan tegas dari sekarang, maka dikhawatirkan nama baik kemenristekdikti bakal tercemar lebih dulu. Karena Polres Minahasa sementara membidik praktik pungli di kampus. Walaupun Unima sudah ada tim saber pungli sendiri, bukan berarti tim saber pungli Polres Minahasa hanya bisa melongo. Sebab praktik pungli merupakan jenis kasus pidana di mana pelakunya bisa dipenjara.

Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK MH menyatakan, pihaknya memiliki kewenangan penuh melakukan operasi tangkap tangan di Unima.

“Tindak pidana berupa pungli bisa ditangani oleh Polri yang berada di wilayah hukumnya. Termasuk Polres Minahasa bisa menangani pungli di Unima,” tegas Syamsubair, Jumat pekan lalu, sambil merahasiakan kapan OTT akan dilakukan.

Diketahui, Polres Minahasa adalah korps di bawah Polda Sulut yang boleh dikata menjadi teladan dalam hal pemberantasan pungli. Di antara semua jajaran, baru Polres Minahasa yang berhasil menindak pelaku pungli tanpa pandang bulu. Itu terbukti ketika mereka berhasil menangkap tangan oknum pegawai dalam Dinas Pendidikan Minahasa dan Badan Pertahanan Nasional pada 2016 lalu. Kedua kasus ini telah dilimpahkan ke kejaksaan 2017 ini.

Sekadar informasi praktik gratifikasi nilai mata kuliah di Unima disinyalir kuat kebanyakan diinisiatif oleh oknum dosen dan bukan mahasiswa. Modusnya, oknum dosen dengan sengaja merancang strategi agar mahasiswa tidak lulus, kemudian dimintai uang perbaikan nilai.

Seperti yang dialami mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Unima, baru-baru ini. Oknum dosen menyatakan semua mahasiswa tidak lulus dan harus membayar uang perbaikan. Padahal diduga kuat, hasil ujian mahasiswa belum sama sekali diperiksa. Para mahasiswa semester dua ini pun jengkel. Oknum dosen itu diberi pelajaran dan akhirnya mendapat malu.

Nah, keberanian para mahasiswa dari Kampus Ungu itu banjir apresiasi. Banyak senior, alumni, bahkan dosen dari universitas luar Unima mengacungi jempol. Karena para mahasiswa semester awal ini berhasil menghadirkan ketakutan bagi oknum dosen yang gemar menabung dari saku mahasiswa. Yang dinantikan civitas akademika Unima saat ini, apakah ada mahasiswa yang berani melawan model-model penjajahan dosen-dosen serupa?

Karena tak sedikit laporan akan adanya keberadaan oknum-oknum dosen lain yang hobinya memeras mahasiswa. Dari meminta uang, meminta hadiah, meminta hewan, bahkan lebih sadisnya, menyuruh mahasiswanya mencuci baju. Tentu saja dengan diimingi nilai mata kuliah. Namun cukup disayangkan, karena praktik-praktik ini sudah dianggap lumrah dan biasa, mahasiswa pun tidak berdaya melawan walaupun ekonomi mereka sementara ditindas.

Khusus untuk oknum dosen yang kabarnya biasa menyuruh mahasiswa membersihkan rumah, mencuci baju, dan lain sebagainya, adakah yang berani melawan? Oknum dosen ini sebenarnya sudah pernah masuk dalam radar operasi Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Unima.

Namun cukup disayangkan, sudah beberapa bulan berjalan, kinerja Tim Saber Pungli Unima pimpinan Marthinus Mintjelungan masih mandul. Tidak ada efek jerah bagi oknum dosen itu. “Secepatnya saya berikan informasi,” demikian pernyataan anggota Satgas Saber Pungli Unima Jemy Polii ketika ditanyai soal perkembangan penindakan terhadap pelaku dugaan pungli. (inf)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.