Polres Sangihe Diminta Tuntaskan Kasus Sound System DPRD

SANGIHE — Sejumlah warga mempertanyakan tindaklanjut kasus pengadaan sound system di DPRD Sangihe Tahun Anggaran (TA) 2015-2016 yang terindikasi bermasalah. Pasalnya, informasi yang diterima harian ini, kasus tersebut kini sudah di tangan aparat kepolisian dalam hal ini Polres Sangihe. Hal ini turut dibenarkan Koordinator Aktivis Penggiat Anti Korupsi Sangihe (APAKS), Jhony Rompas.

“Kasus ini sudah lama diketahui publik, namun sudah sejauh mana proses hukumnya, warga sudah tidak tahu lagi,” ujar Rompas, Kamis (8/6) kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar aparat hukum segera mengusut pihak-pihak yang terlibat. Karena menurutnya, jika dibiarkan berlarut tanpa kejelasan seperti ini, maka sangat tidak elok di pandangan masyarakat. “Harus diusut tuntas semua proyek pengadaan di DPRD (Sangihe) yang diduga sarat mark-up,” serunya.

“Jangan pandang bulu,” sambung dia.

Bahkan ditegaskannya, siapapun dan apapun jabatannya di gedung wakil rakyat, harus diproses hukum, agar tidak memunculkan stigma negatif masyrakat terhadap institusi kepolisian.

“Saya yakin sejauh ini kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum masih besar, oleh karena itu, kiranya kepercayaan itu bisa tetap dijaga, sehingga kemitraan antara aparat dengan masyarakat akan terus terpelihara,” urainya.

Sayangnya, Kapolres Sangihe, AKBP I Dewa Made Adyana SIK SH, belum memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi Indo Post belum dijawab. Sementara itu, bocoran yang didapat menyebutkan, proyek pengadaan sound sistim ini menjadi polemik lantaran ada indikasi mark-up harga barang. Bahkan, disebut-sebut pula jika kejanggalan ini diduga ikut melibatkan oknum pejabat di Sekertariat dan oknum anggota Dewan, termasuk oknum kontraktornya. (nal)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.