Pulau Lembeh Sudah Terang, Listrik 24 Jam Langsung dari Bitung

 

MANADO — Harapan warga Pulau Lembeh, Kota Bitung, untuk menikmati 24 jam non stop kini telah terwujud. PT PLN Wilayah Suluttenggo sudah menyalurkan daya listrik dari daratan ke pulau yang potensial untuk wisata bahari tersebut sejak pekan lalu. Dan Selasa (11/7) lalu, 6 unit PLTD di sana telah dicabut.

“Menurut laporan PLN Area Manado, sisa 1 unit PLTD yang kemarin sudah selesai di-off-kan. Sekarang, (listrik) Pulau Lembeh sudah dilayani oleh sistem Sulut-Gorontalo,” ungkap Manajer Bidang Transmisi dan Distribusi PLN Wilayah Suluttenggo Andi Imran Karim, kemarin.

Dengan telah tersambungnya jaringan listrik dari daratan Sulut (Bitung) ke Pulau Lembeh, kata Andi, 9 kelurahan di pulau itu yang belum terlayani listrik PLN, dua bulan ke depan sudah dialiri listrik.

“Jaringan distribusi SUTM (saluran udara tegangan menengah) 20 kV sudah melingkari Pulau Lembeh. Sambil kami membenahi kembali jaringan itu karena sejak 2015 lalu terpasang tapi belum dimanfaatkan, juga menunggu proses pendaftaran masyarakat calon pelanggan di 9 kelurahan tersebut,” kata Andi.

Selain itu, terpasangnya kabel tegangan menengah 20 kV yang melintasi Selat Lembeh sepanjang 1.800 meter tersebut, memberi keuntungan besar kepada para pengusaha resort di Pulau Lembeh. Sebab, selama ini usaha tersebut hanya sebagian yang dilayani PLN karena keterbatasan daya PLTD.

Mantan Manajer PLN Area Bulungan, Jakarta, itu memberi gambaran bahwa saat ini (12 Juli, kemarin) laporan neraca daya di Sistem Sulut-Go itu kalau siang daya mampu pembangkit sebesar 401 MW dengan beban puncak 282 MW atau surplus 119 MW. Sedangkan malam hari (Selasa, 11 Juli) beban puncak 410 MW dengan beban puncak 340 MW atau kelebihan 70 MW.

“Artinya, daya yang bisa disalurkan ke Pulau Lembeh masih bisa sebanyak surplus daya tersebut. Atau separuhnya saja demi keamanan sistem. Sangat besar, kan?” ujarnya.

Sedangkan neraca daya di Pulau Lembeh selama ini, dengan layanan 6 unit PLTD, katanya, hanya 750 KW (0,75 MW) daya mampu dengan beban puncak 690 KW (0,69 MW).

“Permintaan daya oleh masyarakat dan pengusaha resort pun sampai 10 kali lipat, masih jauh dari ketersediaan daya di sistem kita. Kontinuitas aliran listrik pun terjamin 24 jam, bila dibandingkan dengan PLTD yang sangat tergantung pada persediaan solar. Kecuali ada gangguan serius pada jaringan, ya,” ujar Andi.

Sekadar referensi, seperti dituturkan Manajer PLN Area Manado Paultje Mangundap kepada Andi Imran Karim, saat ini sudah terpasang SUTM 20 kV sepanjang 18 KMS (kilometer sirkuit) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR)—kabel yang melayani sambungan ke rumah—sepanjang 10 KMS. Selain itu, ada 15 unit trafo telah terpasang di sepanjang jaringan distribusi 20 kV tersebut.

Dengan tersambungnya Pulau Lembeh—yang jaringan utamanya (Bitung-Lembeh) dibangun sejak 2013 tapi terkendala lahan untuk pembangunan 4 unit tower—janji Gubernur Olly Dondokambey bahwa 2017 ini seluruh warga Lembeh akan menikmati listrik, telah terwujud.

“Target kami memang triwulan I 2017 ini harusnya tegangan sudah sampai di Lembeh, tapi karena ada persoalan lahan untuk tower yang barusan selesai, makanya nanti awal triwulan III ini terwujud,” imbuhnya.

Yang menjadi kendala selanjutnya adalah, sambung Andi, keberadaan pohon-pohon di bawah jaringan kabel. Katanya, dibutuhkan kerjasama masyarakat untuk merelakan dipangkas pohonnya yang ada di bawah dan sekitar jaringan kabel. “Untuk kepentingan bersama agar listrik di padam-padam, bukan kepentingan kami PLN,” ujarnya.(baz)

 

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.