Puluhan Pedagang Demo Tuntut Copot Keintjem

MANADO – Polemik kenaikan retribusi kepada pedagang yang mencapai 300 persen, kembali berbuah unjuk rasa damai di Kantor DPRD Kota Manado, Senin (15/5) kemarin. Puluhan pedagang didampingi ormas anti korupsi dan lainnya mengecam kebijakan Direktur Utama PD Pasar Fery Keintjem. Selain angka retribusi dinilai tidak berdasar, sikap arogan pun menjadi dasar para pedagang untuk dikeluhkan.

Ketua LSM Pedagang Pasar Indonesia Timur Alfiani Daini mengatakan sangat tidak menyetujui adanya kenaikan retribusi sampai 300 persen.

“Peraturan Direksi (Perdis) itu bukan produk Undang-Undang Dasar (UUD). Apakah kenaikan retribusi sudah diketahui DPRD? Karena perlu diketahui, dengan adanya kenaikan tersebut sangat menyiksa rakyat, terutama para pedagang. Apalagi, seperti diketahui, lembaga lembaga legislasi merupakan badan yang membuat UUD. Maka perlu mengetahui, kenaikan retribusi yang dijalankan PD Pasar. Hal ini patut dipertanyakan, apabila kenaikan retribusi tidak diketahui DPRD Manado,” tukas Daini.

Sementara, perwakilan Garda Tipikor Rivan Kalalo mengatakan tidak setuju dengan sikap yang ditujukan Dirut Keintjem. Terutama dalam membentak, mengancam dan akan mengusir para pedagang yang berjualan.

“Terkait sikap yang ditunjukan Dirut Keintjem, kami sudah menyurat ke Polda. Hal ini dimaksudkan untuk bersedia menyediakan waktu duduk bersama dengan wali kota, Ketua DPRD Manado, untuk berbicara terkait kebijakan dan sikap yang ditunjukan Dirut selama ini. Dan jika tidak terealisasi, maka bukti yang dikumpulkan selama ini bakal diteruskan ke KPK,” jelas Kalalo.

Sedangkan Ketua Pedagang Ikan Kota Manado Ismail Lumula mengatakan, hingga tiba perayaan hari raya Ramadhan, jangan dulu memindahkan para pedagang ikan, rica, tomat dan lainnya. Karena, lokasi yang ditempati saat ini sangat tidak layak, yaitu dibawah kolong jembatan.

“Kami menolak ditempatkan di bawah kolong jembatan. Ini tentunya tidak manusiawi dan sangat mengancam nyawa pedagang. Harap wakil rakyat bisa melihat apa yang terjadi di lokasi penjualan, yang sudah sangat memprihatinkan,” ujar Lumula.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Manado Pinkan Theresia Nuah mengatakan, terkait pemberlakuan perdis selama ini belum diketahui oleh DPRD Manado. Dan apa yang menjadi keluhan pedagang akan ditindaklanjut dengan baik dan benar.

Lainnya, Sekretaris Komisi A DPRD Manado Hengky Kawalo menjelaskan, bahwa PD Pasar saat ini untuk menjalankan sistem manajemen perusahaan harus membutuhkan pemimpin yang berani, tegas dan taat aturan.

“Saya kira dengan kebijakan yang diambil oleh Dirut PD Pasar, sangatlah tepat. Karena selain demi menegakan aturan, PD Pasar juga sangat membutuhkan pemimpin yang tegas, berani dan taat aturan. Yang mana, paling tidak saat ini kita sudah berhasil melihat adanya perubahan yang ada di tubuh PD Pasar, seperti penataan, pembangunan, dan kebersihan,” ungkap Kawalo.

Anggota Komisi A DPRD Manado Roy Maramis menuturkan, apa yang menjadi laporan dan keluhan pedagang akan dibicarakan bersama Ketua DPRD Manado Nortje Van Bone, untuk tindak lanjut. Yang mana, hasil pembicaraan tersebut akan menjadi acuran untuk dibicarakan langsung dengan Wali Kota Manado. (sty/zly)

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.