Putra Asal Manado Pastikan Terus Bermain di Eropa

 

 

JAKARTA – Pemain tim nasional (Timnas) Indonesia asal Manado, Ezra Harm Ruud Walian memastikan tetap bermain di Eropa setelah menyelesaikan kontraknya pada Juni 2017. Pemain klub Belanda Jong Ajax, baru mengucap sumpah setia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), Kamis (18/5).

Menurut Ezra, dirinya belum ada rencana berkiprah di Tanah Air.

“Saya masih bermain di Eropa. Sudah ada beberapa pilihan klub untuk musim depan,” ujar Ezra, kemarin.

Lanjutnya, sekarang dirinya belum memutuskan untuk bermain di mana. Ezra sudah berada di tim muda Ajax sejak 2012, awalnya membela Ajax U-17.

Di Liga Jupiler, kasta kedua kompetisi Belanda, musim 2016-2017 penyerang berusia 19 tahun itu mencetak tiga gol.

Kiprah Ezra di tim nasional Indonesia dimulai sejak Maret 2017, di mana dia diturunkan pelatih Luis Milla di babak kedua kala melawan Myanmar.

Ketika itu, Indonesia takluk 1-3 dan Ezra tidak mencetak gol di laga tersebut.

Terkini, Ezra Walian dilibatkan dalam pemusatan latihan (TC) tim nasional U-22 di Bali pada 22-28 Mei 2017.

Dia pun kemungkinan bisa terlibat dalam pertandingan persahabatan resmi FIFA melawan Kamboja di laga tandang pada 11 Juni 2017 dan berhadapan dengan Puerto Rico di Indonesia, 13 Juni 2017.

Di sisi lain, Ezra merasa bangga menjadi warga negara Indonesia setelah dirinya mengucapkan sumpah setia sebagai WNI.

“Saya sangat senang dan bangga. Mulai saat ini saya bisa berkata bahwa saya orang Indonesia,” tuturnya.

Pengucapan sumpah setia tersebut merupakan penanda sah-nya Ezra dan juga sang ayahnya Glen Arthur Walian menjadi WNI, sebab tanpa itu Keputusan Presiden terkait naturalisasi mereka yang dikeluarkan pada akhir Maret 2017 tidak berlaku.

Pria berusia 19 tahun itu pun kini bisa merasa lebih tenang menjalani hari-harinya sebagai pemain tim nasional U-22 asuhan pelatih Luis Milla.

Ezra berjanji akan memberikan kemampuan terbaiknya demi membawa timnas Indonesia ke level tertinggi.

“Saya ingin mencetak banyak gol dan membawa trofi juara ke Indonesia,” katanya.

Namun, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum-HAM Endang Sudirman mengingatkan, status WNI itu bisa saja dicabut kembali jika yang WNA penerimanya melakukan pelanggaran undang-undang di Indonesia.

“Contohnya bisa karena melakukan tindak pidana atau diketahui memiliki kewarganegaraan ganda. Semua yang menerima WNI harus melepas seluruh atributnya sebagai warga negara asing,” ujar Endang. (bst/zly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.