Rahasia Sukses Kepsek SDN 12 Manado

MANADO — Sukses tidak datang kepada orang-orang yang hanya berpangku tangan. Sebaliknya, dibutuhkan tindakan bahkan pengorbanan untuk dapat merasakan nikmat buah kerja keras. Demikian dikalimatkan Kepala SD Negeri 12 Manado, Jooke Lendo SPd MSi, saat disambangi indopostmanado di lembaga pendidikan yang terletak di Kelurahan Islam, Kecamatan Tuminting.

“Semua orang punya kesempatan sama untuk meraih sukses, namun yang jadi persoalan sekarang adalah, banyak orang bermasa bodoh, dan lebih cenderung menyalahkan orang-orang sekitar atas kemalangannya, ketimbang berusaha,” ungkap Kepsek yang hari ini sedang merayakan HUT ke 51, Jumat (26/5) hari ini.

Diketahui, jika menilik prestasi eks Kepsek di Yayasan Kristen Tabita ini, tentunya bukan hal yang mustahil untuk mewujudkan serta mendefinisikan sukses dan sikap rela berkorban. Buktinya, baru kurang lebih 2 tahun mengayomi 400-an calon pemimpin di SDN 12, Lendo telah berhasil menghadirkan prestasi mentereng untuk sekolah yang bertetangga dengan SMP Negeri 5 Manado ini. Adapun sukses yang didapat di antaranya: menjadi SD satu-satunya di Sulut yang kecipratan proyek Kementerian dengan anggaran miliaran rupiah. Selain itu, SDN 12 juga berhasil menjadi sekolah budaya mutu tingkat naaional. Serta masih banyak pula prestasi mentereng lainnya, misalnya, menjadi utusan Sulut dalam olimpiade Matematika.

“Memang semuanya itu tak semudah membalik telapak tangan, namun jika kita punya tekad dan punya jiwa suka berkorban, maka sukses bukanlah sesuatu yang mustahil,” ujarnya.

Bahkan, diakuinya, tidak jarang ia memotivasi diri dengan kalimat-kalimat inspirasi.

“Bagi saya, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil,” akunya.

Sambungnya, di samping ada apresiasi, Kepsek yang kerap menjadi pemateri di kegiatan-kegiatan pendidikan ini juga tidak menampik jika ada bisikan-bisikan negatif dari pihak lain, termasuk sesama guru dan kepala sekolah. Namun, dikatakannya, hal itu justru lebih membuat dirinya semakin termotivasi untuk berbuat lebih banyak lagi di bidang pendidikan.

“Karena saya juga meyakini bahwa segala sesuatu ada konsekwensinya, termasuk berbuat baik sekalipun. Oleh karena itu, saya hanya berusaha melakukan segala sesuatu dengan hati yang tulus dan ihklas,” kunci Kepsek yang sudah mengabdi sebagai abdi negara semenjak usia 19 tahun itu. (ein)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.