Ratusan Bangunan Langgar GSB Harus Ditertibkan

MANADO – Pembangunan di Manado sangat rentan tabrak aturan. Pasalnya, Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang menjadi titik ukur pembangunan dilanggar. Tidak hanya satu atau dua rumah, tapi sudah ratusan bangunan terlihat melakukannnya. Sementara, ketika diperingati untuk tidak melanjutkan pembangunan, bersangkutan memberi alasan bahwa sudah banyak melakukannya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Manado Raynaldo Heydemans menegaskan, pihak perizinan harus tegas terhadap pembangunan melanggar aturan. Sebab, bukan tabu lagi dan sudah terjadi pembangunan di Kota Manado rentan sekali terhadap pelanggaran GSB.

“DPRD berharap pihak perizinan bisa melakukan evaluasi terhadap bangunan yang melanggar GSB tersebut. Apalagi, saat ini sudah terang-terangan banyak bangunan yang membangun tabrak aturan. Bahkan, ada yang membangun sudah di atas trotoar, badan jalan dan beberapa kasus yang sama terkait pelanggaran GSB. Sehingga, ini harus ditindaki, menyusul pembangunan seperti ini hanya akan mempersulit penataan kota dalam beberapa tahun mendatang,” tukas Heydemans.

Lanjutnya, singergitas kinerja antar instansi jangan sampai tumpul, yang justru melemahkan sikap pengawasan instansi terkait. Sebab, saat ini sudah banyak bangunan yang lolos dengan membangun tabrak aturan.

“Kalau bisa, sinergitas pengawasan dan penegakan aturan antar instansi diperkuat. Sebab, bila salah satu lemah, maka sudah pasti pembangunan yang melanggar aturan bakal kecolongan untuk ditindaki,” jelas Heydemans.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Manado Bismark Lumentut membenarkan hal tersebut. Katanya, saat ini sudah banyak bangunan yang ditemukan melanggar GSB. Temuan tersebut bukan saja melalui tindakan pengawasan, tapi juga melalui laporan kecamatan dan kelurahan.

“Saat ini benar bahwa sudah banyak sekali bangunan, bahkan ratusan bangunan yang ditemui melakukan pembangunan dengan melanggar aturan. Paling sering bangunan perumahan, pembangunan baru, atau bangunan yang kembali direnovasi, ada yang tidak mengikuti ketentuan seperti yang tertera dalam aturan GSB. Sehingga, kejadian tersebut sudah akitf berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan penindakan dilapangan,” terang Lumentut.

Tambahnya, warga kota saat ini dalam membangun banyak yang sudah tidak memperdulikan aturan pembangunan, dipikirkan hannya keuntungan. Sehingga, banyak yang ditemui sudah melakukan pembangunan baru kemudian melapor. Lebih sadis, ada yang model pembangunannya tidak taat aturan, tanpa melapor dan terkesan cuek dengan teguran. Sebab itu, pengawasan akan dilakukan untuk mendata sejumlah bangunan yang tidak taat aturan. (sty/zly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.