Rekening Warga Sulut 1 Miliar Dipelototi Pajak

 

Jakarta – Kekayaan masyarakat Indonesia termasuk Sulawesi Utara (Sulut), telah dipelototi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Terlebih keuangan masyarakat di atas Rp1 miliar, akan diakses perpajakan melalui rekening bank. Dimana, revisi batas saldo rekening keuangan untuk kepentingan perpajakan yang awalnya sebesar Rp200 juta menjadi Rp1 miliar. Padahal, penetapan batas saldo rekening keuangan menjadi modal pemerintah mengumpulkan data wajib pajak sebagai database dalam mengimplementasikan Automatic Exchange of Information (AEOI).

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, penetapan saldo bukan semata pemerintah melalui Ditjen Pajak mengincar banyak WP sebagai potensi baru penerimaan pajak.

“Inikan akses data bukan untuk kepentingan memotong pajak gitu, untuk data supaya kita bisa tukar data, bukan berarti kita tahu dia ada duit segini kita pajaki, jadi database kenapa harus database supaya Indonesia sejajar dengan negara lain yang ikut kesepakatan AEOI, kalau Indonesia sudah sejajar dia bisa minta data ke Indonesia, Indonesia juga bisa minta data ke negara,” kata di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/6).

Suahasil menegaskan, banyak cara yang bisa dilakukan wajib pajak agar terhindar dari kepatuhan perpajakan. Namun, tegas dia, pemerintah tidak akan diam begitu saja.

Lanjut Suahasil, pemerintah akan membuat aturan yang mengakomodir tindakan wajib pajak yang rela memecah saldo Rp1 miliar ke beberapa rekening untuk menghindari kepatuhan perpajakan, dalam hal ini sesuai dengan aturan AEOI.

“Maksudnya kalau kita begini kalau ada kemungkinan itu terus apa kita enggak bikin kebijakannya, ya kita bikin saja,” jelasnya.

Untuk saat ini, lanjut Suahasil, pemerintah belum memiliki aturan terkait hal tersebut, dan dipastikan bagi wajib pajak yang melakukan pemecahan saldo Rp1 miliar ke beberapa rekening tidak akan menjadi database AEOI. “Kalau nanti orangnya nanti dibikin Rp 1 miliar ya enggak akan masuk ke dalam data basenya,” tutupnya. (dtc/zly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.