Rekrutmen Dirut PD Pelayaran ‘Nyanda Jelas’

 

SITARO — Siapa yang akan mengisi kekosongan kursi Direktur PD Pelayaran yang ditinggal Yolce Sala, hingga kini tak kunjung nampaknya. Pasalnya, meski desas-desus soal pergantian kian santer terdengar di publik, namun faktanya jabatan tersebut masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Namun demikian, Bupati Sitaro yang dikonfirmasi melalui Sekretaris Daerah Adry Manengkey, mengatakan, saat ini sudah ada tiga nama yang diajukan Pemda ke DPRD.

“Kita sudah ajukan surat permohonan ke DPRD untuk dilakukan fit and propert tes kepada tiga nama calon Dirut,” ungkap Manengkey, ketika ditemui di sela-sela kunjungan kerjanya ke Tagulandang.

Soal latar belakang tiga nama tersebut, disebutkannya, ada dari internal PD Pelayaran, ada juga dari kalangan masyarakat. Lanjutnya, dibukannya pendaftaran dari kalangan masyarakat awam, bertujuan memberikan kesempatan yang sama baik kepada internal BUMD yang kini menangani dua kapal plat merah maupun masyarakat.

“Tujuannya kan melayani masyarakat, sehingga akan lebih elok jika ada perwakilan dari luar internal PD Pelayaran,” terangnya sembari menambahkan, soal kapan direktur baru ditetapkan, tergantung tindaklanjut legislatif.

“Pokoknya semua proses diserahkan ke DPRD, kami pemerintah tidak akan mengintervensinya. Oleh karena itu, lebih cepat ditindaklanjuti surat pengajuan itu, tentunya akan semakin cepat pula diketahui siapa direktur PD Pelayaran definitif,” pungkasnya.

Menariknya, pernyataan Manengkey yang menyebutkan sudah ada surat pengajuan tiga nama ke legislatif, justru kontras dengan konfirmasi Ketua Komisi C yang juga adalah mitra kerja PD Pelayaran, Elians Bawoleh.

“Kalau pun sudah ada pengajuan, pasti saya selaku pimpinan Komisi C yang adalah mitra kerja PD Pelayaran sudah mengetahuinya, tapi faktanya tidak demikian,” aku Bawoleh.

Legislator Gerindra ini menambahkan, jika suratnya langsung ke Sekretariat ataupun pimpinan DPRD, semestinya secepatnya dilanjutkan ke Komisi C.

“Kalau seperti ini (tidak jelas, red), saya kuatir warga akan menilai bahwa ada indikasi permainan dalam rekrutmen,” tuturnya. Senada, legislator Golkar, Woldewin Sasue, juga mengaku tidak tahu. “Oh yah? Secara pribadi saya belum tahu jika pengusulannya sudah diajukan ke DPRD,” ujar Sasue.

Namun demikian, legislator yang dikenal vokal ini mengaku tidak mempersoalkan hal itu. “Bisa saja suratnya sudah masuk di Sekretariat, dan belum diteruskan kepada kami perihal isi surat tersebut,” tuturnya.

Lanjutnya, kalau memang FPT-nya akan segera dilakukan, pihaknya tinggal menunggu instruksi pimpinan. “Kita tinggal menunggu untuk dibawa ke Banmus (Badan Musyawarah), dan siapa-siapa yang akan duduk di Bamus nanti, itu akan menjadi keputusan fraksi untuk mengutus perwakilannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Neklan Adaong mengungkapkan, siapa pun nantinya yang akan terpilih Sebagai direktur yang baru nantinya, bisa mengelolah PD Pelayaran menjadi lebih baik lagi.

“Kalau tidak salah, laporan keuangan PD Pelayaran selama ini selalu rugi. Oleh karena itu, dengan adanya manajemen yang baru, kami selaku masyarakat mengharapkan perusahan ini kedepan akan memberi sumbangsi PAD, bukan lagi rugi-rugi terus,” kata warga Sibarut ini.

Dirinya juga mengusulkan, jika kedepan PD Pelayaran tidak memberikan sumbangsi sebagaimana yang diharapkan, maka baiknya perusahan ini ditutup. “Kalau memang disparitas harga, termasuk kontrubusi PAD-nya tidak ada, atau bahkan merugikan daerah, lebih baik ditutup saja,” pungkasnya. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.