RSUD Manado Dibangun, Ini Kata Wali Kota GSVL

 

MANADO – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk meringankan beban masyarakat, bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, setelah program Universal Coverage (UC) diintegrasikan kedalam BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, Pemkot mulai memikirkan untuk membangun rumah sakit representatif untuk rakyat Kota Manado. Alhasil, Pemkot mulai membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Manado yang terletak di samping Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, Senin (22/05). Sebelum dilakukan peletakan batu pertama Wali Kota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt Priskila Solang Tampemawa STh. Menurut GSVL, rencana pembangunan RSUD Kota Manado senilai Rp14 miliar lebih itu telah beberapa kali dipindahkan. Mulai dari lokasi di Kecamatan Mapanget sampai akhiirnya ditetapkan dibangun di Kecamatan Wanea.

“Rencana pembangunan RSUD Kota Manado ini telah ada sejak lama. Dan dengan berbagai pertimbangan, akhirnya pembangunan Rumah Sakit ini bisa terlaksana ditempat ini,” ujarnya.

Lanjutnya, selama ini layanan kesehatan kepada masyarakat belum maksimal. Pasalnya, jumlah kamar rumah sakit di Manado masih kurang. Sehingga, banyak pasien dengan kemampuan terbatas belum dapat terlayani.

“Saya berharap dengan adanya Rumah Sakit milik pemerintah Kota Manado ini, akan memberikan layanan kesehatan yang lebih baik. Apalagi, ke depan bukan hanya rumah sakit pemerintah, namun akan dibangun pula rumah sakit baru oleh kalangan swasta. Di Mapanget akan dibangun Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Hermina,” tuturnya.

Dikatakan GSVL, kehadiran RSUD Kota Manado di Kecamatan Wanea tersebut, tidak hanya membantu masyarakat Kota Manado, namun sebagian masyarakat Kabupaten Minahasa. Untuk itu dirinya berharap kepada pihak kontraktor dan konsultan, untuk bisa melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan ikuti aturan main yang ada.

“Semoga proyek pembangunan RSUD ini mendatangkan tiga kesuksesan, yakni sukses administrasi, sukses pembangunan fisik dan sukses dalam pelayanan kesehatan ke masyarakat nantinya. Jadi saya minta, lakukan pekerjaan sebaik mungkin. Karena berkat tidak akan lari, jika kita melakukan dengan penuh tanggung-jawab guna menghindari dampak hukum dikemudian hari,” ucapnya juga pernah menjabat Kadis PU di Kota Bitung tersebut.

Sementara, Kepala Dinas PUPR  Manado DR Peter KB Assa, dalam laporannya mengatakan pembangunan RSUD Kota Manado baru bisa terlaksana bulan Mei ini, karena berbagai kendala. Selain, pemindahan lokasi juga harus didukung dengan aturan yang ada.

“Pembangunan ini baru terlaksana pada bulan Mei ini, padahal rencana pembangunan ini sudah ada sejak lama. Bahkan, sudah masuk dalam RPJMD 2010-2015 dan RPJMD 2016-2021. Namun, harus melalui proses pengadaan tanah hingga proses pelelangan rumah sakit ini,” ujarnya.

Dia pula mengatakan, kehadiran RSUD Kota Manado merupakan harapan masyarakat. Karena, beberapa kabupaten/kota di Sulut telah memiliki RSUD sendiri. Selain wali kota, peletakan batu pertama diawali rohaniawan yang memimpin ibadah. Kemudian diikuti Dandim 1309 Manado Letkol ARM Toar Pioh, Asisten III bidang Administrasi Umum Setda Kota Manado Frans Mawitjere SH, Kepala Dinas Kesehatan dr Robby Mottoh, Kepala Dinas PUPR Peter KB Assa, Ketua Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado Pdt Roy Lengkong STh, serta yang mewakili Kapolresta Manado. (zly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.