Saksi Kasus Korupsi, Sekkot Tomohon Ikut Bayar Pengacara Terpidana

MANADO – Dua orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tomohon, di Pengadilan Tipikor Manado, Kamis (10/8). Mereka adalah Sekretaris Kota (Sekkot) Tomohon Harold Lolowang dan Pengacara Nocolas Tumurang. Keduanya hadir untuk bersaksi terhadap terdakwa NOK, alias Notje, dalam kasus dugaan menghalang-halangi penyelidikan. Terpantau, Harold nampak tegang saat mengikuti persidangan.

Awalnya, Tumurang membeberkan pertemuan di rumah milik Sekkot Tomohon, sepekan sebelum dipanggil Kejaksaan. Ia bersama Nontje dan Lolowang serta dua saksi lainnya membahas tentang masalah yang sedang diselidiki Kejari Tomohon. “Dia (Lolowang) bertanya, boleh tidak jika para saksi tidak menandatangani BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” terangnya.

Dari pembicaraan itu berlanjut ke pertemuan di ruangan kerja Lolowang, yang saat itu menjabat Asisten III Pemkot Tomohon. Di situ, para saksi kemudian disuruh agar tidak menandatangani BAP. “Yang mengatakan hal itu, adalah Nontje,” kata Tumurang.

Diberikan kesempatan, Nontje langsung memberikan pertanyaan rekan kerjanya. Pengacara kondang itu, mempertanyakan tentang pesan singkat dari Tumurang. Isinya Tumurang mengarahkan kepada Nontje agar Jery Item tidak menandatangani BAP. “Saya memperingatkan beliau (Nontje) agar Jery Item jangan dulu menandatangani BAP,” jawab Tumurang.

Selain itu, Tumurang menungkapkan, dirinya bersama Nontje dibayar oleh Sekkot Tomohon untuk mendampingi Jery Item. “Iya kami berdua memang dibayar,” terang Tumurang.

Sementara itu, Lolowang dilempar pertannyaan tentang pembayaran jasa penasehat hukum. Namun mantan Kepala Keuangan di Pemkot Tomohon, sedikit berkelit tentang pembayaran itu. “Saya membayar sedikit. Paling tinggi Rp5 juta,” katanya.

Alasannya ikut membayar jasa pengacara, menurut Lolowang, lantaran Jerry Item adalah bawahannya dulu. “Waktu Jerry Item ditahan saya mendampingi menyiapkan data-datanya. Kami jalan bersama,” terang Sekkot Tomohon itu.

Majelis hakim diketuai Alfi M Usup, kemudian menunda persidangan yang berlangsung hingga malam hari tersebut.

Diketahui, terdakwa Notje dituding melanggar hukum dengan sangkaan menghalang-halangi langkah penyelidikan/penyidikan Kejari Tomohon, saat mengusut kasus korupsi dugaan mark-up pengadaan komputer dan aplikasi di DP2KBMD Tomohon, yang menjerat Jerry Item. Menurut dakwaan JPU, terdakwa Notje telah mengarahkan salah seorang saksi untuk tidak menandatangi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Keberatan dengan hal tersebut, pihak Kejari Tomohon langsung memproses hukum Notje, pasca Jerry Item ditetapkan bersalah oleh Majelis Hakim. (air)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.