Sasingen, Salindeho, Bentelu Bertarung, Siapa Pegang SK DPP PDIP?

SITARO — Sebelum berebut DL 1 C, pertarungan sengit justru nampak tersaji di kubu moncong putih (PDIP, red) yang adalah partai penguasa di Kabupaten Sitaro saat ini. Diketahui, rekomendasi DPP PDIP sehubungan dengan siapa yang akan diusung maju di Pilkada 2018 nanti, sedang diperebutkan oleh tiga srikandi yakni Evangeline Sasingen, Sisca Salindeho dan Ivon Bentelu.

Sasingen misalnya, Ketua TP PKK dua periode ini tampak merasa begitu percaya diri. Bukan tanpa alasan, namanya yang sudah familiar di kalangan warga Sitaro, dianggap menjadi nilai jual tersendiri bagi wanita berdarah Cina Tobelo ini. Bahkan, oleh beberapa orang, ia dianggap memiliki kans besar mendapat rekomendasi dari Megawati sebagai calon bupati dari kubu banteng. Hal serupa juga dengan Salindeho yang kini menjabat Wakil Bupati Sitaro ini.

Ia mengaku, di antara sejumlah kader partai, dirinya memiliki elektabilitas lebih tinggi dibanding. Adalah latar belakangnya sebagai figur asli Karangetang (Siau, red), dianggap jadi modal khusus baginya merebut SK DPP. Hal ini juga berpotensi seirama dengan kerinduan warga Siau akan sosok bupati dari daerah penghasil pala kualitas nomor 1 di dunia ini, setelah selama dua periode dikuasai representasi Mandolokang, yakni Toni Supit, yang adalah suami dari Sasingen. Nilai tamabh lain dari figur Salindeho yakni dirinya juga pernah dipercayakan sebagai wakil rakyat di gedung parlemen.

Sementara itu, tidak mau kalah dengan dua nama sebelumnya, Bentelu juga mengklaim punya peluang besar mendapat hak kesulungan (Rekomendasi, red). Diakuinya, kedekatan emosionalnya dengan Ketua DPD PDIP, Olly Dondokambey, dibanding 2 srikandi sebelumnya, merupakan keuntungan tersendiri baginya. Belum juga elektabilitas politisi berdarah Cina Ratahan ini, menurutnya terus menunjukan grafis menanjak. Nah, sehubungan dengan siapa yang berhak mendapatkan mandat dari partai, Ketua DPC PDIP Sitaro, Toni Supit, saat dikonfirmasi Indo Post Manado, beberapa waktu lalu menegaskan, pada prinsipnya, PDIP selaku mengedepankan survey dalam mengusung calon bupati.

“Bukan hanya keder partai, non kader juga punya peluang,” kata Supit. Sementara itu, Tokoh Muda Siau, Jolly Horonis mengemukakan, dalam menghadapi pesta demokrasi nanti, Supit cs harus lebih waspada. Karena menurutnya, jika ada kader yang merasa terbuang lalu mencalonkan dari partai lain, itu akan jadi bumerang bagi partai.

“Memang sekarang ini PDIP Sitaro masih kuat peluangnya untuk memenangkan Pilkada Sitaro 2018, asalkan dengan catatan semua kadernya menyatu,” kata Horonis. Dengan kata lain, jika ada kader yang merasa terbuang, maka buka tidak mungkin apa yang terjadi di Sangihe dimana eks Kader PDIP Jabes E Gaghana mampu menumbangkan Makagansa yang diusung PDIP. (ein)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.