Satpol PP Bongkar Kanopi di Pasar 23 Maret

 

KOTAMOBAGU – Meski pelaksanaan Pasar Senggol sudah ditetapkan pemerintah di Desa Poyowa Kecil, Kotamobagu Selatan, namun masih ada juga yang ingin melaksanakan pasar senggol tandingan. Mereka mendirikan kerangka kanopi di Pasar 23 Maret, Kelurahan Gogagoman, Kotamobagu Barat. Makanya, Dinas Satpol PP Kotamobagu memberi sanksi tegas.

Kepala Dinas Satpol PP Kotamobagu Sahaya Mokoginta mengatakan usai diberikan peringatan dan sekaligus penyerahan surat teguran kedua kalinya kepada masyarakat Kelurahan Gogagoman, karena mendirikan kanopi di jalan atau fasilitas umum tanpa izin baik pemerintah maupun kepolisian, pihaknya langsung mengadakan rapat internal. Rapat memutuskan tetap melarang pendirian kanopi di Pasar 23 Maret.

“Tiga poin yang mendasar hasil rapat evaluasi yakni pelaksanaan Bazaar Ramadan atau pasar senggol hanya dilaksanakan di Desa Poyowa Kecil. Kemudian menggunakan fasilitas umum seperti jalan, tidak boleh dilaksanakan sebelum ada izin dan rekomendasi pemerintah. Selanjutnya dapat diimbau kepada seluruh pedagang untuk segera menempati Bazaar Ramadan atau Pasar Senggol yang disiapkan di Desa Poyowa Kecil,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat menaati aturan yang ada, dan tidak melanggar. “Yang melanggar pastinya akan ditertibkan,” ucapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Keamanan dan Ketertiban Umum Dinas Satpol PP Kotamobagu, Chandra Kurniawan Wahid mengatakan maksud kedatangan di Pasar 23 Maret, untuk menertibkan kerangka kanopi yang tidak berizin yang didirikan oleh masyarakat Kelurahan Gogagoman. Sehingga diminta sebelum mendirikan bangunan harus menaati peraturan yang ada dan tidak sembarangan. “Sudah jelas dalam Perda Kota Kotamobagu Nomor 9 Tahun 2016 tentang Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat. Dan, jelas kanopi yang didirikan masyarakat melanggar peraturan yang sudah ditetapkan,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Senggol, Sofian Bede mengatakan pendirian kanopi untuk pelaksanaan Pasar Senggol di Kelurahan Gogagoman, merupakan permintaan seluruh pedagang yang ada untuk berjualan di Pasar 23 Maret. Serta pada rapat dengar pendapat di dilakukan Dekot Kotamobagu, pecan lalu, telah menyetujui dan mendukung pelaksanaan Pasar Senggol di Kelurahan Gogagoman.

“Kami minta Wali Kota Kotamobagu memberikan kesempatan juga kepada pedagang untuk melaksanakan kegiatan Pasar Senggol di Pasar 23 Maret, Kelurahan Gogagoman. Artinya, kami tidak keberatan dengan adanya pasar senggol di Desa Poyowa Kecil, asalkan bisa diberikan kesempatan juga kepada sebagian besar pedagang untuk berjualan di Pasar 23 Maret, Kelurahan Gogagoman,” keluhnya.(nto)

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.