Soal Proxy War, Ini Pesan Danrem 131/Santiago untuk Mahasiswa Unima 

 

Nampak para mahasiswa antusias mengikuti kuliah umum Dan rem 131/Santiago Kolonel Sabar Simanjuntak didampingi Rektor Unima Paula Runtuwene.

TONDANO — Mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) kembali mendapatkan bekal berharga untuk masa depan Indonesia. Yakni kuliah umum dari Danrem 131/Santiago, Kolonel Inf Sabar Simanjuntak SIP MSc, di ruang rapat Senat Mahasiswa Unima di Tondano, Rabu (24/05).

Di hadapan civitas akademika Unima, kata Sabar, ancaman non militer (proxy war) sangat berbahaya dan mengancam Negara dan bangsa Indonesia.

“Ancaman non-militer pada hakikatnya ancaman yang menggunakan factor-faktor non-militer yang meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya (IPOLEKSOSBUD) dinilai memiliki kemampuan yang membahayakan kedaulatan Negara, kepribadian bangsa, keutuhan wilayah Negara dan keselamatan segenap bangsa,” ungkapnya.

Dirinya mencontohkan, perkelahian pelajar, tawuran mahasiswa antar fakultas dan antar universitas serta bentrok mahasiswa dengan masyarakat. Sehingga, dampak dari konflik tersebut rusaknya fasilitas umum dan obyek vital milik pemerintah.

“Itu baru sebagian yang terlihat di permukaan, agresif dan konfrontatif. Kita harus waspada terhadap gerakan yang masih terselubung, halus dan masuk ke semua lini kehidupan masyarakat,” tutur Sabar.

Dijelaskan, dalam proxy war salah satu pihak akan menggunakan kelompok lain untuk berperang lewat berbagai aspek kehidupan dengan memanfaatkan krisis yang terjadi. Seperti krisis pangan, krisis energy dan krisis air yang merupakan dampak dari laju pertumbuhan penduduk.

“Dampak ledakan penduduk terhadap pangan, energi dan air di Indonesia. Sedangkan tanda-tanda proxy war ada disekitar kita seperti komunis gaya baru, konflik horisintal dan vertical, teroris dan kelompok radikal,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unima Prof DR Julyeta PA Runtuwene MS DEA menyatakan, terima kasih atas pemaparan yang diberikan Danrem 131/Santiago. Apalagi, tema yang diangkat terkait peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman-ancaman dis-integrasi bangsa.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Danrem 131 Santiago yang telah memberikan materi yang sangat baik ini dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” pungkas istri tercinta Wali Kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA itu.(zly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.