Sudah Dua Bulan Tak Tersedia Obat Batuk, Puskesmas Tagulandang Disorot

pasang slot online slot slot gowd

SITARO — Pelayanan kesehatan di Kabupaten Sitaro, khususnya di wilayah Tagulandang tepatnya di Puskesmas Tagulandang, kembali dikeluhkan. Pasalnya, sudah hampir dua bulan, intansi yang dipimpin dr David Kalalo ini, tak menyediakan stok obat batuk.

Akan kondisi ini, warga terpaksa harus mencari obat di apotek atau bahkan di warung.

“Kalau hanya satu dua hari masih bisa dikompromi, namun ini sudah berlangsung hampir dua bulan tidak ada stok obat batuk,” kecam personil LP3 Sulut Divisi Investigasi, Ivon Bawotong.

Ditegaskannya, hal ini semestinya tidak boleh terjadi mengingat Puskesmas merupakan garda terdepan dalam mengawal serta menjalankan program pelayanan kesehatan berkualitas yang kerap didengung-dengungkan Bupati Toni Supit.

“Jangan sampai pernyataan bupati bahwa pelayanan kesehatan semakin hari semakin baik justru tercoreng dengan hal-hal kecil seperti ini (kekosongan obat, red),” tegasnya.

Kalau pun ada kendala teknis, sambung dia, pihak Puskesmas harus terbuka kepada masyarakat, sehingga tidak memunculkan opini-opini liar.

“Jangan sampai ada kesan bahwa pihak Puskesmas bermasa bodoh atau bahkan lalai melaksanakan tanggungjawab,” tandasnya.

Disatu sisi, sambung dia, hal ini bisa-bisa dipolitisir oknum tertentu guna merusak nama baik bupati menjelang akhir masa jabatannya.

“Bisa saja karena faktor kelalaian orang lain, namun pak bupati yang kena getahnya,” kuncinya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tagulandang, dr David Kalalo, saat hendak dikonfirmasi, sedang tidak berada di tempat. Begitu juga saat dihubungi via nomor ponselnya, tidak memberi respon.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, dr Ria Papalapu, membantah jika persoalan kekurangan obat kerap terjadi di Puskesmas.

“Itu bisa saja karena kelalaian mereka (Pihak Puskesmas, red),” tegas Papalapu. Bahkan, ia menyebutkan, pihaknya (Dinkes) telah menyiapkan obat dengan kualitas terbaik.

“Hanya saja mungkin petugas obatnya yang lalai mengorder,” ujarnya.

Mengacu pada keluhan tersebut, eks Dirut RSUD Lapangan Sawang ini berharap agar semua petugas pengelolah obat di setiap Puskesmas untuk senantiasa bergerak cepat.

“Kalau perlu jangan menunggu sampai habis stok baru melakukan permintaan,” pintanya sembari berharap hal ini bisa diperhatikan dengan baik sehingga pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tetap maksimal.

Disinggung soal adanya bocoran pinjam meminjam obat ke rumah sakit, dia tidak menampik.

“Tidak masalah, kan kita masih satu kabupaten. Terkadang Puskesmas-puskesmas di Siau harus meminjam obat di rumah sakit Sawang, Begitu pula yang di Tagulandang, terpaksa lari ke rumah sakit daerah, jika kebutuhan obat sudah mendesak,” pungkasnya. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.