Tahuna Berpotensi Dijuluki Kota Sampah

SANGIHE — Meski telah dicanangkan program ‘Kaehe Buresi’ (Sabtu Bersih) oleh pemerintah daerah, namun hal ini belum bisa menjadi solusi kongkrit terhadap masalah sampah di Kota Tahuna.

Bahkan, julukan Tahuna sebagai kota sampah kian dekat jika melihat potret yang ada saat ini. Ini diperparah lagi dengan kondisi mobil pengangkut sampah yang sangat minim dan kondisinya kian memprihatinkan lantaran hampir setiap pekan keluar masuk bengkel.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Drs Christofel Hangau, mengatakan, persoalan sampah tidak semata-mata solusinya ada pada DLH. Sebaliknya, itu membutuhkan sinergi semua pihak.

“Perlu diketahui, masalah sampah adalah tanggungjawab seluruh masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, adalah tanggung jawab moral dari masing-masing kita sebagai warga masyarakat. Sedangkan tugas dari DLH, adalah mengangkut seluruh sampah warga yang dibuang di TPS ke TPA,” ujar Hangau.

Oleh karena itu, ia pun meminta warga untuk pro aktif dalam kampanye menjaga lingkungan dari serangan sampah.

“Mari kita saling menjaga diri agar tidak membuang sampah sembarangan agar lingkungan tetap bersih,” ajaknya.

Sementara kepada Camat, Lurah dan para Kepala Lingkungan dan Ketua RT, ia meminta agar terus melakukan sosialisasi program pemerintah Kaehe Buresi.

“Termasuk melakukan tindakan tegas terhadap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan, sehingga julukan Tahuna sebagai kota sampah, tidak akan terjadi,” pungkasnya. (nal)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.