Tolak Balon Bupati Sasingen, Sahambangung: Kami Tidak Mau Jadi Seperti Sangihe

SITARO — Niat bakal calon (Balon) Bupati, Evangeline Sasingen untuk bertarung di Pilkada Sitaro menggunakan kendaraan PDIP, mendapat hadangan dari sejumlah kader serta politisi senior moncong putih.

Bentuk ‘perlawanan’ tersebut ditunjukan Piet Hein Sahambangung cs dengan mendatangi kantor Gubernur, baru-baru ini, dengan maksud menemui Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey.

Sahambangung sendiri saat dikonfirmasi soal kabar tersebut, tidak menampik.

“Yah, karena keterpanggilan dan ingin menyelamatkan partai, kami datang menemui Ketua (Olly, red), hanya saja waktu itu Pak Ketua sedang berada di luar daerah sehingga kami hanya bertemu Pak Steven Kandouw yang juga merupakan kader PDIP,” kata Sahambangung, Rabu (14/6).

Ditanya soal maksud rombongan menemui Olly, ia mengatakan, pihaknya meminta agar partai tidak mengusung calon non kader, atau figur yang tidak berdomisili di Sitaro.

“Kami minta calon yang diusung harus orang daerah, bukan pendatang,” tegasnya sembari menyebut, ketua TP PKK saat ini bukanlah orang Sitaro.

“Semua juga tahu kalau ibu Eva itu bukan orang Sitaro,” sebutnya.

Alasannya, jika Sitaro dipimpin oleh pendatang, maka bisa dipastikan pembangunannya akan stagnan.

“Lihat saja daerah ini, sudah hampir 1o tahun berdiri sendiri, namun arah pembangunanannya tidak jelas, banyak pembangunan infrastruktur yang mubazir,” ungkapnya.

Disisi lain, pihaknya juga menolak politik dinasti.

“Menurut saya, 10 tahun merupakan waktu yang sudah lebih dari cukup buat bupati (Supit, red) berkuasa,” ujarnya.

Lebih jauh, dikatakannya, berkaca dari Pilkada Sangihe, akibat menyepelekan figur yang diinginkan masyarakat, akhirnya PDIP tumbang.

“Kami tidak mau jadi seperti Sangihe! Sitaro merupakan basis PDIP, dan ada banyak figur lokal yang bisa diusung ketimbang harus memaksakan ibu Eva Sasingen,” ujarnya.

Ditanya soal kader yang bisa diusung untuk bertarung, disebutkannya, ada nama Sisca Salindeho serta Djibton Tamudia, yang sudah teruji kemampuan mereka.

“Mereka ini memang jelas-jelas domisili di Siau, sementara ibu Eva itu jelas-jelas bukan asli Sitaro,” tegasnya.

Meski demikian, ditanya jika partai tetap mengusung Sasingen, Sahambangun meyakini itu akan menjadi boomerang bagi partai berlogo banteng itu.

“Pasti ada konsekwensinya, karena ini sama dengan dipaksakan, dan hampir dipastikan akan ada kader serta pendukung yang akan meninggalkan partai,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Sitaro, Toni Supit mengatakan, PDIP membuka ruang yang sama bagi setiap bakal calon yang ingin bertarung di Pilkada.

“Asalkan yang bersangkutan mengikuti aturan serta tahapan-tahapan yang ada di partai (PDIP, red),” katanya kepada Indo Post, belum lama ini.

Tidak hanya itu, PDIP juga merupakan partai yang mengedepankan survei dalam mengusung calon.

“Jadi siapa saja bisa masuk dalam bursa calon PDIP,” tandasnya.

Sekedar diketahui, memang selang beberapa pekan terakhir, sejumlah nama yang akan maju di Pilkada semakin gencar dibicarakan di kalangan masyarakat.

Adapun mereka di antaranya; Alfrets Ronald Takarendehang, Ivon Bentelu serta John Palandung. (ein)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.