TPA Regional Ilo-ilo Mulai 2018

Melayani Sampah dari Manado, Minahasa, Minut, dan Bitung 

 

MANADO — Rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional sampah di Desa Ilo-ilo, Kecamatan Wori, Minut, dipastikan akan terealisasi 2018. Anggaran pembangunan TPA Mamitarang (Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Bitung) sudah diusulkan dalam RAPBN 2018.

“Konsultasi DED (detail engineering design)nya sementara berlangsung. Kajian Amdal juga telah selesai,” kata Kepala SNVT Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Sulut Abubakar Idrus ST.

Plt. Kepala Dinas PUPR Sulut Steve Kepel kepada wartawan, kemarin, mengatakan TPA itu dipastikan bakal membantu masalah sampah di Kota Manado, khususnya, yang sudah sejak lama butuh penanggulangan, apalagi Sulut sedang gencar ingin jadi destinasi wisata unggulan.

“Kan pemerintah sedang memprioritaskan program pariwisata di Sulut. Bagaimana wisatawan akan tertarik kalau sampah dimana-mana. Untuk itu kalau mau sampah berkurang, tentu butuh penataan sanitasi yang baik. Untuk itu TPA Regional itu harus ada,” kata Kepel.

Kepada Indo Post Manado, Kepel mengatakan bahwa saat ini pihak Pemprov Sulut sedang fokus untuk menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) terkait wilayah-wilayah yang nantinya akan ikut berkontribusi dalam pengelolaan serta suplay sampah pada TPA Regional tersebut.

“Perda akan mengatur wilayah yang nantinya akan terlibat dalam pengelolaan, biar semua pihak tahu siapa saja yang terlibat dan apa kerjanya nanti,” ungkapnya.

Kepel mengaku saat ini realisasinya sedang dipacu. Dan nanti Pemprov Sulut bersama Pemkot Manado, Pemkot Bitung, Pemkab Minut, serta Pemkab Minahasa akan duduk bersama untuk membicarakan subsidi biaya pengelolaan sampah di TPA Regional tersebut.

Dalam perencanaan yang telah dipaparkan pihak konsultan perencana, pengelolaan TPA regional nantinya bisa dikembangkan menjadi pembangkit listrik. “Jika sudah beroperasi, nantinya TPA Regional akan mengolanya menjadi pembangkit listrik tenaga listrik. Nanti konsultan akan menilai dan memperhitungkan manfaat-manfaat lain dengan hadirnya TPA Regional ini,” katanya.

Apakah nanti TPA Regional itu akan dikelola dengan swasta? Menurut Kepel sudah ada investor China dan Denmark yang bersedia kerjasama menyediakan alat pengolah. “Mereka antusias, karena TPA di negaranya adalah contoh,” bebernya.(idp/baz)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.