Tragis… Wartawan Bitung Dihujani Sejumlah Tikaman

BITUNG — Naas menimpa Dhivan Awandatu (37), Warga Kelurahan Sagerat Weru Satu, Bitung. Lelaki yang kesehariannya adalah kuli tinta ini menjadi korban penikaman oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya, Senin (28/8), sekira pukul 00.30 Wita, di wilayah Kelurahan Girian Atas Lingkungan I.

Penuturan korban saat ditemui di RSUD Kota Bitung, kala itu ia hendak pulang ke rumahnya di Wilayah Sagerat menggunkan motor. Namun, dalam perjalanan saat melewati lorong Blok M Kelurahan Girian Atas, di jalan menuju Kolam Renang Girian, dia melihat tiga lelaki sedang menganiaya seorang perempuan.

“Saya berhenti dan menegur mereka, dan meminta mereka untuk memperlakukan perempuan seperti itu,” bebernya.

Namun, sambung dia, salah satu pelaku tak terima dan mengancam akan memukul korban karena ikut campur. “Karena merasa terancam, saya pun menghindar dan meminta bantuan kepada sejumlah pemuda yang kebetulan masih berkumpul di gorong-gorong,” tuturnya.

Selanjutnya, korban bersama beberapa rekannya kembali ke lokasi tiga pemuda tadi, namun mereka sudah bertemu di tengah jalan, dan salah satu dari mereka terlihat sudah memegang pisau. “Karena tidak siap, kami pun langsung berhamburan lari,” katanya.

Sial bagi korban, dalam upaya menyelamatkan diri dengan memutar motor, ia justru terpelset dan terjatuh. “Pelaku langsung menikam saya di bagian dada tapi saya tangkis dan berusaha untuk berdiri tapi terus dihujani tikaman,” urainya.

Pelaku nanti berhenti menikam Dhivan setelah rekan-rekannya datang membantu dengan cara melempar batu serta kayu pelaku dan langsung melarikan diri bersama kedua rekannya. Akibatnya Dhivan mengalami luka robek di kepala, kedua tangan, telinga bagian kiri dan bibir serta luka memar akibat terjatuh.

Sementara itu, mendapat kabar soal penikaman itu, Ikatan Wartawan Sangihe (Ikawarsa) langsung bereaksi dengan memberi kecaman keras. Menurut Ikawarsa, aksi pembacokan terhadap seorang wartawan seperti itu, adalah sebuah tindakan biadab, dimana pelakunya harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. “Apapun alasannya, tindakan kekerasan terhadap insan Pers, adalah sebuah perbuatan biadab, yang pelakunya patut ditindak tegas,” ketua Ikawarsa Sangihe, Andy Lahindo Gansalangi.

Pihaknya juga berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelakunya untuk diproses hukum. “Dalam menjalankan tugasnya, Pers dilindungi oleh undang-undang, oleh karena itu, apapun alasannya, peristiwa yang dialami Dhivan Awandatu harus diusut tuntas,” serunya. Akan hal ini, Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting, SIK MH mengaku sementara mengejar para pelaku dan ciri-cirinya sudah dikantongi. “Pasti kita tangkap, kemanapun mereka lari,” tegasnya. (ray/nal)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.