TSG 20 Guru Sitaro ‘Nyanda Jelas’

SITARO — Apes dialami 20 penerima Tunjangan Sertifikasi Guru (TSG) di Kabupaten Sitaro. Betapa tidak, disaat penerima lainnya sumringa dengan ‘uang kaget’ yang masuk ke rekening, mereka justru harus gigit jari lantaran hak mereka tertahan. Hal ini turut dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan, Roberth Kahiking SPd MM.

“Saat ini sertifikasi tahap empat sementara disalurkan, namun belum semua, karena ada 20 guru yang belum menerima,” tutur Kahiking, Rabu (7/5).

Dijelaskannya, penyebab tersendatnya hak 20 Oemar Bakri ini dikarenakan tidak adanya SK Dirjen atas nama mereka serta tak cukup jam mengajar sebagaimana syarat bagi guru profesional.

“Kalau tidak ada SK (Dirjen, red), sudah pasti tidak ada pencairan, karena itu merupakan dasar pembayaran,” ujarnya sembari menyebutkan, pihaknya tidak mau ambil resiko mencairkan TSG bagi yang tidak memiliki SK.

Sementara itu, Sekretaris Dinas, Dra Agustina Budiman, ikut menambahkan, penerima TSG di Sitaro sekira 500-an dengan total anggran Rp30 miliar. “Penyalurannya langsung masuk ke rekening masing-masing penerima,” kata Budiman disela-sela mendampingi Sekda dalam kunjungan ke Tagulandang.

Terpisah, salah seorang guru yang tak ingin namanya dipublis mengaku kesal dengan adanya problem itu. “Jika memang itu kendalanya, kenapa dinas tidak mencari solusi,” ungkapnya.

“Padahal kami sudah tidak menerima TPP, dan berharap penuh pada dana sertifikasi itu,” tambahnya. Dirinya juga sangat berharap pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan kiranya tidak tinggal diam. “Tapi kalau pun sudah tidak ada solusi, biarlah itu jadi derma (persembahan, red),” tutupnya dengan nada kesal. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.