Uang Komite SMA Polemik

MANADO – Pungutan terkait uang komite sekolah masih berpolemik. Pasalnya, ada pihak yang melarang untuk ditagih kepada orang tua murid, namun lainnya tidak mempersoalkan hal tersebut. Nah, salah satunya di SMA Negeri 1 Manado.

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Manado Alex Tamba mengatakan, pungutan uang komite berbeda-beda. Dikatakannya, pungutan ini berbentuk sumbangan berdasarkan persetujuan orang tua siswa melalui rapat komite.

“Besaran sumbangannya variatif, tergantung kemampuan orang tua,” ungkap Alex, kemarin.

Alex menjelaskan, tidak semua siswa bisa dipungut sumbangan. Apalagi siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) wajib dibebaskan dari segala pungutan.

“Mereka bahkan mendapatkan dana, bukan mengeluarkan dana,” ujar Alex.

Dia pun menjelaskan bahwa dana sumbangan digunakan untuk berbagai keperluan penunjang pendidikan. Lanjut Alex, seperti di bidang ekstrakurikuler dan perbaikan sekolah. Termasuk juga pengadaan barang. “Intinya, penggunaan sumbangan untuk menunjang sarana dan prasarana pendidikan,” terangnya.

Tambah Alex, pemungutan sumbangan dilakukan untuk menutupi kekurangan dana biaya operasional sekolah (BOS).

“Dengan sekolah sebesar ini, dana BOS tak mampu mencukupi semua kebutuhan. Jadi, kita rapat komite bersama orang tua dan semua setuju dengan penarikan sumbangan. Tinggal biayanya itu diatur dan sesuai kesepakatan bersama, tergantung kemampuan orang tua masing-masing,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Sulut James Karinda mengatakan, sekolah tidak memiliki alasan untuk memungut uang komite. Semua siswa harus dibebaskan dari pungutan tersebut. “Tidak bisa dipungut,” tegas Karinda. (trs)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.