Usai Cabuli Siswa, Begini Nasib Oknum Kepsek ‘Tua-tua Keladi’

AMURANG— Kepala Sekolah (Kepsek) JM alias Jhon yang menjadi tersangka kasus cabul siswa Sekolah Dasar (SD) di Minahasa Selatan (Minsel), terancam dipecat.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel DR Fietber Raco MSi dengan tegas mengatakan akan segera menonaktifkan oknum Kepsek bejad tersebut. Pasalnya, perbuatan oknum kepsek yang bertugas di Kecamatan Ranoyapo, telah mencoreng dunia pendidikan.

“Kalau memang dia (Kepsek,red) terbukti melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap siswanya, maka kami segera menonaktifkannya dari jabatannya. Namun sebelum mengambil tindakan tersebut, maka kami perlu melakukan koordinasi lagi dengan pihak yayasan, mengingat yang bersangkutan adalah Kepsek di sekolah swasta,” ungkap Raco, kepada Indo Post Manado, Senin (14/8).

Kasus cabul yang menimpa salah satu siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Ranoyapo menuai rasa prihatin dari berbagai kalangan masyarakat.

“Jujur dengan terjadinya kasus ini, telah menimbulkan rasa kuatir buat saya pribadi terhadap masa depan dunia pendidikan di Kabupaten Minsel. Sebab bagaimana bisa seorang Kepsek yang seharusnya memberikan perlindungan, pembelajaran ilmu serta keteladanan kepada siswa, justru melakukan perbuatan yang terbilang biadab. Dan ini harus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum untuk segera menjatuhkan sangsi yang seberat-beratnya kepada tersangka, sehingga tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi dan mengancam masa depan siswa,” kata tokoh masyarakat Minsel Lian Pongajow.

Sebelumnya, kronologis terjadinya kasus cabul berawal saat oknum Kepsek ini, menyuruh korban Mawar untuk membersihkan ruang kantor tempatnya (Kepsek,red) bekerja. Namun saat korban sedang melaksanakan kegiatan pembersihan, mendadak oknum Kepsek bejad ini, datang dan memeluk dan mencium korban. Dan tidak hanya sampai di situ, tersangka yang sudah kebelet seks ini, langsung menggerayangi daerah sensitif korban. Menyadari dirinya sedang dalam bahaya, korbanpun akhirnya berusaha berontak dan berteriak serta melarikan diri. Selanjutnya dengan berlinangan air mata, korban pulang ke rumah dan menceritakan kejadian yang menimpah dirinya kepada orangtua. Dan oleh orangtua korban, dilanjutkan ke Kantor Polsek Ranoyapo.

“Kejadiannya pada hari Kamis (10/8) pagi sekira pukul 06.30 Wita dengan TKP di SD yang dipimpin tersangka. Dan modus yang dilakukan tersangka adalah dengan cara menyuruh korban untuk membersihkan ruangannya. Dan saat korban sedang menyapu, tersangka langsung menghampri korban dan melakukan aksi bejadnya. Dan berdasarkan laporan dari pihak keluarga, anggota kami langsung bergerak dan mengamankan tersangka,” jelas Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana SH SIK MSi melalui Kapolsek Ranoyapo Iptu Mulyadi Lontaan. (jem)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.