Wabup Bolsel Yakni Popodu Terbaik se-Sulut

BOLSEL— Juara pertama dalam lomba desa tingkat Kabupaten, Desa Popodu Kecamatan Bolaang Uki mewakili Bolsel dalam lomba tingkat Provinsi Sulut. Kamis (18/5) kemarin, desa yang dipimpin Emil Salim Mane salim ini, menyambut kedatangan tim penilai provinsi dengan nuansa adat dan budaya etnis Bolango, di Balai Desa Popodu.
Tim Provinsi dipimpin Kepala Bidang Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulut Ferdinand Singal, didampingi oleh Meike Tore (PKK Sulut) Grace Tangkumaat (PMD Sulut), Corry Sarinusa (Dinas Kesehatan Sulut), Meity Lumolos (PMD Sulut), Jones (PMD Sulut) dan Franky Mandagi (PMD Sulut).

Selain Pemerintah Desa Popodu, BPD dan Masyarakat Desa Popodu, Ferdinand Singal bersama tim juga disambut oleh Wakil Bupati (wabup) Iskandar Kamaru yang didampingi Asisten I, Asisten II, Asisten III, Camat dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutanya, Wabup menyampaikan gambaran umum tentang Desa Popodu. “Penyambutan adat hari ini, memang sudah menjadi tradisi di Bolsel. Desa Polpodu salah satu Desa yang dipersiapkan dikukuhkan menjadi Desa Adat. Ini permintaan masyarakat dan pemerintah desa setempat,” ucap Kamaru.
Wabup mengaku optimis, Desa Popodu bisa menjadi yang terbaik dalam lomba desa tingkat provinsi. “Efektifitas perkembangan desa sangat nampak, tertib administrasi, keamanan terjamin dan tingkat kesejahteraan melalui program pemberdayaan masyarakat terus meningkat. Dengan kemandirian itu, saya optimis Desa Popodu bisa menjadi yang terbaik,” ujar Wabup.
Di tempat yang sama, Sangadi Popodu Emil Salim Mane, memaparkan program kerja dan realisasi pembangunan di Desa Popodu, baik yang dibiayai dana desa maupun yang ditunjang swadaya masyarakat.
“Semua yang diperlukan kami sudah siapkan. Kami yakin kali ini Desa Popodu bisa memperoleh hasil lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu, Ferdinand Singal selaku tim penilai mengatakan, dalam penilaian pihaknya tidak mengurai tapi meluruskan apa yang harus dilakukan pemerintah desa. “Apakah yang dilakukan pemerintah desa sudah sesuai aturan. Kalau ada yang kurang kami informasikan,” tutur Ferdinand.
Terkait indicator penilaian, Ferdinand memberikan sedikit gambaran. Dicontohkannnya, desa harus memiliki
desa harus memiliki profil desa online. “Ini merupakan salah satu ketentuan. Tujuannya, untuk memudahkan pemerintah pusat mengkroscek desa tertentu,” ungkapnya.
Selain itu katanya, sudah menjadi tugas sangadi memberi yang terbaik untuk desanya. Terlebih katanya, terkait pelayanan kepada masyarakat, menciptakan keamanan, ketertiban desa, komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun dengan pemerintah yang lebih tinggi. “Tanpa lomba desa, memang sudah menjadi kewajiban pemerintah desa yang dipimpin kepala desa,” ujar Ferdinand. (lel)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.