Waduh!! Maesaan-Modoinding Lumpuh Total, Material Longsor Tutup Badan Jalan

MAESAAN — Bencana alam tanah longsor dan banjir, benar-benar mengepung wilayah Maesaan. Lihat saja, setelah desa Tambelang dan beberapa desa lainnya, dibuat porak-poranda bencana banjir bandang, kini giliran ruas jalan penghubung Kecamatan Maesaan dan Kecamatan Modoinding yang tertimbun material tanah longsor. Akibatnya arus lalu lintas keluar-masuk di dua kecamatan tersebut, lumpuh total pada Rabu (5/7).

Dari pantauan Indo Post di lokasi bencana, terlihat sejumlah masyarakat dengan menggunakan peralatan seadanya, terus berupaya membuka jalur jalan yang tertimbun material longsor berupa kayu dan tanah. Namun karena peralatan yang digunakan tidak memadai, membuat upaya untuk membuka jalur jalan, belum bisa berhasil. Sejumlah kendaraan mobil yang akan melintas, akhirnya masih harus tertahan karena medan yang akan dilalui belum memungkinkan. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas untuk melanjutkan perjalanan. Namun harus dibantu oleh warga dengan cara mendorong kendaraan.

Kepala Dinas PUPR Minsel Rudy Tumiwa didampingi Kabid Bina Marga Ventje karouwan ST MSi, ditemui saat meninjau lokasi bencana, mengaku telah berkoordinasi dengan pihak badan jalan untuk segera membersihkan badan jalan dari material longsor.

“Dari hasil pantauan kami, ada beberapa titik ruas jalan yang tertimbun material longsor. Sehingga tidak bisa dilewati kendaraan jenis mobil. Dan persoalan ini, sudah kami laporkan ke pihak balai jalan. Mereka berjanji akan segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan jalan dari material longsor,” terang Tumiwa dan Karouwan, kemarin.

Sehubungan dengan sedang silaksanakannya pembangunan jembatan di Desa Tompasobaru Satu, katanya, membuat alat berat milik Pemkab Minsel, tidak bisa dibawa ke lokasi, untuk membersihkan material bencana.

“Memang Pemkab Minsel memiliki alat berat tapi tidak bisa digunakan, karena medan jalan yang akan dilalui untuk mobilisasi alat berat tidak memungkinkan yakni jembatan darurat tidak mampu menahan beban berat mobil trailer yang mengangkut ekskavator. Tapi sesuai informasi yang kami peroleh dari balai jalan, bahwa alat berat milik balai jalan yang sedang melaksanakan pekerjaan di wilayah Modoinding, akan segera diarahkan untuk membersihkan material longsor di ruas jalan ini,” jelas keduanya. (jem)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.