Warga Paal 4 Minta DPRD Hearing Camat Tikala

MANADO – Pembangunan proyek amburadul diduga dilaksanakan dilokasi Kemacamatan Paal Dua, tepatnya di Kelurahan Paal Empat. Yang mana, di sana dibangun tempat pengolahan sampah di tengah pemukiman, yang saat ini sudah ditolak warga. Apalagi, disaat pembangunan seperti yang dilaporkan bahwa papan proyek tak dipasang dan anggaran pembangunan tidak diketahui.

“Warga Paal Empat sangat resah dengan adanya proyek amburadul dilokasi pemukiman warga. Apalagi belakangan diketahui kegiatan tersebut merupakan proyek pembangunan tempat pengolahan sampah. Sehingga, dimintakan untuk ada kegiatan evaluasi dan pengkajian ulang. Yang mana, selain dari sisi lokasi harus tepat, tapi juga untuk pembangunan harus ada keterangan terkait proyen dan anggaran. Sehingga, jikalau boleh DPRD dimintakan untuk mengawal proyek tersebut hingga jelas,” ujar warga yang tidak disebutkan namanya.

Lanjutnya, proyek yang dibangun sangat amburadul dinilai dari beberapa sisi spesifikasi. Artinya, tidak layak bila lokasi tersebut dibangun tempat sampah.

“Kami menolak bila lokasi pemukiman dibangun tempat pengolahan sampah. Karena, situasi semacam ini dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan warga sekitar,” jelasnya.

Sementara, Anggota Komisi A DPRD Kota Manado Arthur Paath mengatakan lokasi tersebut ketika dibangun sudah sempat menjadi keluhan warga. Karena, selain bisa berdampak buruk, juga dari sisi pembangunan tidak memuat informasi yang jelas.

“Sejauh pembangunan itu dilaksanakan, warga melapor tidak pernah melihat adanya keterangan proyek dibangunan tersebut. Justru, hingga pembangunan tersebut berakhir, proyek dikeluhkan karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan terkesan ambradul. Dengan ini, saya menghimbau kepada Pemerintah Kota melalui instansi terkait untuk lebih terbuka mengenai masalah pelaksana proyek dan juga nilai proyek yang ada,” tukas Paath.

Sambunngya, terkait pembangunan tempat sampah tersebut harus ada kejelasan dari pihak yang berwenang.

Terpisah, Camat Tikala Deysi Kalalo ketika dihubungi menjelaskan benar dilokasi pemukiman warga ada dibangun bangunan tempat pemilahan sampah, bukan pengolahan. Yang mana, setiap sampah yang dibawah dilokasi tersebut akan dipilah terlebih dahulu, untuk diolah maupun diteruskan ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Iya benar, di Kelurahan Paal Empat dibangun proyek pemilahan sampah, bukan pengolahan. Dan proyek tersebut merupakan kegiatan yang sudah dianggarkan dari APBD 2016, dan baru terlaksana April 2017 lalu. Sehingga, untuk soal lokasi pembangunan itu sudah merupakan rencana pejabat kecamatan yang sebelumnya, dan saya sendiri hanya meneruskan. Dimana, teknis pelelangan proyek tersebut melalui mekanisme penunjukan langsung (PL),” pungkas Kalalo. (sty)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.