Warga Sitaro Minta Pos Pelayanan Pembuatan SIM

 

SITARO — Bukan rahasia lagi jika masih banyak pengendara ilegal di Kabupaten Sitaro. Hal ini bukan semata-mata karena warga enggan membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM), tapi jarak tempuh dari Sitaro ke Polres Sangihe serta besarnya biaya yang harus dikeluarkan, membuat warga memilih tak membuat SIM. Hal Inilah yang terungkap dalam tatap muka warga dengan Kapolres, AKBP I Dewa Made Adnyana SIK SH, belum lama ini. “Bukan karena kami tidak patuh aturan lalu lintas, tapi coba bayangkan Berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat SIM,” ungkap salah seorang warga. Diuraikannya, adapun biaya yang harus disiapkan di luar untuk pembuatan SIM yakni; uang tiket pulang pergi, biaya penginapan serta biaya makan. Olehnya, mereka meminta agar Polres Sangihe segera mencari solusi terhadap persoalan ini. Menyikapi hal ini, Adnyana mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih ada kendala dalam proses pembuatan SIM. “Alat cetak SIM yang kita punya masih sementara dalam perbaikan,” tutur pria jebolan Akpol tahun 1999 ini. Namun demikian, ia berjanji, nantinya setelah alat sudah bisa dioperasikan, maka pihaknya akan jemput bola. “Pasti petugas kita akan datang ke sini (Siau dan Tagulandang), sehingga biaya yang disiapkan warga untuk pembuatan SIM dapat dipangkas,” ujarnya. Dikatakannya lagi, nantinya dalam pembuatan SIM, tidak ada lagi menggunakan jalan pintas alias ‘SIM tembak’. “Akan ada tes mengemudi bagi mereka yang membuat SIM,” tuturnya sembari menyebutkan, biaya pembuatan SIM tetap sama sebagaimana yang sudah diatur dalam ketentuan. “Tidak ada tambahan biaya apa-apa, dan kalau ada, maka itu sudah masuk kategori Pungli,” tegasnya. “Jika ada warga yang uang tambahan saat membuat SIM, lapor kepada saya,” pintanya. Sehubungan dengan adanya tes mengemudi, Tokoh Pemuda Sitaro Niczem Wengen SH, mengaku sangat mendukung. “Sebuah langkah yang sangat baik, dan diharapkan tes mengemudi itu benar-benar akan dilakukan supaya memang pemegang SIM adalah orang-orang yang sudah teruji,” tutur jebolan Fakultas Hukum Unsrat yang kini berprofesi sebagai pengacara ini. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.