Warga Tope Keluhkan Belum Adanya Distribusi Air

SITARO — Keberadaan bak penampungan air di Kampung Tope, Kecamatan Biaro, mendapat sorotan warga setempat. Pasalnya, meski sudah selesai dibangun sejak 2016 lalu, namun hingga kini tak kunjung ada distribusi air ke rumah warga, dan terkesan ‘tabiar’.

“Buat apa dibangun kalau kemudian tidak difungsikan. Itukan sama dengan buang-buang anggaran,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tak dipublis.

Warga kuatir jika terlalu lama ‘tabiar’, baik bak maupun pipa justru akan rusak sebelum digunakan.

“Pipanya hanya diletakkan di permukaan tanah, dan sudah pasti peluang kerusakan akan semakin besar, apalagi jika terkesan dibiarkan seperti ini,” sebutnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar proyek yang anggarannya kabur lantaran tidak memakai papan proyek ini segera dioperasikan.

Terkait keluhan tersebut, Direktur PDAM Sitaro, Novryos Takalamingan, saat dikonfirmasi, ikut membenarkan jika hingga kini belum dioperasikan. “Memang operasionalnya sudah diserahkan ke kita (PDAM, red), namun saat ini pihaknya masih dalam tahap registrasi pelanggan,” terang Takalamingan.

Dijelaskannya lagi, pihaknya tidak bisa mendistribusikan air jika tidak ada pelanggan.

“Mau dialiri kemana kalau tidak ada warga yang mendaftar,” serunya.

Oleh karena itu, sambung dia, warga yang ingin mendapat disitribusi air, diminta untuk segera mendaftar ke petugas PDAM setempat.

“Ada petugas kita disana (Biaro, red), yang mau pasang air, segeralah melapor,” pintanya.

Soal keberadaan beberapa pipa yang hanya diletakkan di atas tanah, ia menjelaskan, itu bukan tanpa alasan.

Dituturkannya, karena pendistribusian air di Kampung Tope tidak menggunakan mesin, maka pihaknya perlu melakukan uji tekanan.

“Kalau pipanya sudah di dalam tanah, kemudian saat pendistribusiannya tidak mampu menjangkau rumah warga lantaran tekannya rendah, maka akan lebih repot pekerjaannya, dan sudah pasti harus digali kembali,” terangnya.

“Beda kalau pake mesin, kita sudah bisa tahu tekanannya sehingga walau pun pipanya sudah ditanam sebelum air didistribusikan, itu tidak jadi masalah,” tandasnya.

Disatu sisi, ia kembali meminta warga yang ingin mendapat pelayanan PDAM, untuk segera melapor ke petugas.

“Lebih cepat melapor lebih baik, supaya pendistribusian akan segera dilakukan,” tutup eks Kasat Pol PP Sitaro ini. (ein)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.