Waspada Virus Rubella

MANADO — Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Demikian penggalan kalimat yang dilontarkan Kadis Kesehatan Manado, dr Robby J Mottoh, saat merespon pertanyaan Indo Post Manado sehubungan dengan virus rubella. Ia mengatakan, meski di kota Manado belum ditemukan adanya kasus rubella atau yang tren dengan istilah ‘Sarampa Jerman’, namun dirinya mengingatkan warga untuk tetap waspada.

“Memang serangan virus ini (Rubella, red) tidak masuk kategori membahayakan jika terjadi pada anak-anak, namun yang bahaya adalah ketika menyerang para ibu hamil, itu sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan cacat bawaan pada janin,” kata Mottoh, Kamis (7/9).

Nah, guna menangkal serangan virus tersebut, kata dia, maka vaksinasi bagi ibu-ibu yang berencana hamil harus dilakukan. “Begitu juga kepada bayi hingga anak-anak, harus diberi vaksin lewat program imuninasasi,” bebernya sembari menyebutkan, pada 2018 mendatang, kota Manado akan menggelar imunisasi massal sehubungan dengan program pekan imunisasi nasional yang digagas Kementerian Kesehatan.

Ia menambahkan, anak yang terkena rubella sebelum dilahirkan beresiko tinggi mengalami keterlambatan pertumbuhan, keterlambatan mental, kesalahan bentuk jantung dan mata, tuli, dan problematika hati, limpa dan sumsum tulang. Ditanya soal gejalan seseorang telah terserang virus rubella, Mottoh menyebutkan, akan dimulai dengan adanya demam ringan selama 1 atau 2 hari. Kemudian ada pembengkakan di kelenjar getah bening.

“Pembengkakan ini biasanya di bagian belakang leher atau di belakang telinga,” terangnya.

“Kemudian muncul bintik-bintik di wajah dan menjalar ke arah bawah, dan terasa gatal,” tambahnya.

Sementara itu, disinggung soal penyakit campak, ia mengatakan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, kasusnya terus menunjukan penurunan. “Kalau tahun kemarin kita hanya mengantongi 19 kasus, dan itu pun bukan keseluruhan korbannya warga Manado, karena datanya diberikan oleh RSUP Kandou, jadi bisa saja ada orang dari luar Manado yang masuk dalam daftar tersebut,” tuturnya.

Dan untuk tahun 2017, sambungnya, hingga kini belum ada kasus. “Semoga sampai akhir Desember nanti tidak ada kasus, dan kalau pun ada, tentunya kita berharap jumlah di bawah jumlah kasus tahun kemarin,” tandasnya sembari mengapresiasi peran Puskesmas lewat program jemput bola di Posyandu yang semakin terlihat pengaruhnya, secara khusus dalam kasus campak yang terus menunjukan grafik menurun. (ein)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.