WNA Tiongkok Minta Keringanan Hukuman

MANADO — Dugaan pemalsuan dokumen keimigrasian dengan terdakwa Xie Xongbao alias Yesaya Boarin, Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Manado. Hal ini dibenarkan Humas PN Manado, Alfi M Usup, Rabu (12/7).

Intinya, Terdakwa Xongbao mengajukan pembelaan (Pledoi), meminta keringanan hukuman. Selain itu, dirinya telah menikah dengan warga Indonesia, dan mempunyai anak.

Pemalsuan dokumen dilakukan, karena orang tua terdakwa mengalami sakit parah. Sehingga dirinya berinisaitif membuat dokumen palsu.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Terdakwa 8 bulan penjara.

JPU meyakini, Xongbao melanggar Pasal 126 Huruf (C) Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Diketahui, terdakwa tertangkap tangan pada 1 November 2016 di Kantor Imigrasi Kota Manado saat mengajukan permohonan surat perjalanan Republik Indonesia.

Saat itu dia mengajukan permohonan dokumen dengan menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran yang diduga palsu.

Penyidik Imigrasi kemudian melakukan pemeriksaan dan diketahui terdakwa adalah warga negara Tiongkok pemegang Pasport G 60888966 dengan masa berlaku hingga 2022.

Terdakwa dituduh bertanggung jawab telah mencoba mendapatkan dokumen dengan memberikan keterangan tidak benar. Terdakwa melaporkan diri sebagai WNI meskipun tercatat sebagai warga negara Tiongkok. (air)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.